SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, menegaskan bahwa tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak akan mengalami kenaikan pada tahun 2025 maupun 2026.
Kebijakan ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mulai memberlakukan kenaikan PBB.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, usai menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Gedung DPRD Bantul, Jumat (15/8/2025) menyampaikan bahwa besaran tarif PBB bagi wajib pajak tetap sama seperti sebelumnya.
Bahkan, khusus untuk pemilik lahan pertanian produktif yang masuk dalam kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pemerintah akan membebaskan kewajiban pembayaran PBB.
"Kita justru akan menghapus atau meng-nol-kan PBB untuk lahan sawah produktif mulai 2026. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah berbeda dibanding daerah lain," ujar Abdul Halim.
Menurutnya, pembebasan PBB bagi lahan produktif bertujuan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Saat ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah melakukan pendataan luas lahan produktif yang akan masuk program pembebasan pajak tersebut.
Meski tidak menaikkan tarif, Pemkab Bantul tetap memiliki target pendapatan dari sektor PBB.
Namun, target tersebut dicapai tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif pajak.
Baca Juga: Dinkes Bantul Jemput Bola, Siswa SD & SMP Dapat Layanan Kesehatan Gratis di Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik