SuaraJogja.id - Otoritas Mesir mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet di negara tersebut pada Rabu (7/9/2022), seperti dilansir Kantor Berita Anadolu.
Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan seorang warga negara berusia 42 tahun, yang memiliki tempat tinggal di salah satu negara Eropa, dikarantina di sebuah rumah sakit.
Kendati terjangkit cacar monyet, kondisi pasien stabil, protokol kesehatan yang diperlukan telah diterapkan bagi mereka yang melakukan kontak dengan pasien.
Cacar monyet merupakan virus penyebab penyakit yang gejalanya mirip dengan cacar, seperti demam, munculnya ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Menurut Reuters, Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) melaporkan sedikitnya 21.200 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di benua Amerika.
Lebih dari 80 negara di seluruh dunia juga telah melaporkan kasus baru cacar monyet, yang endeminya terjadi di wilayah Afrika.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa orang dengan imun yang sedikit bisa berisiko mengalami gejala lebih serius dan kematian setelah terinfeksi cacar monyet.
Hampir 42.000 kasus cacar monyet dilaporkan di seluruh dunia sejak Mei. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Sekolah Dilarang Paksa Siswa Pakai Seragam Baru, MPLS Tak Boleh jadi Ajang Perundungan
-
Musim Kemarau di Jogja Makin Ekstrem, Pakar Minta Warga Terapkan Konservasi Air
-
Ketika Sekolah Lain Berebut Murid, SMP Gotong Royong Memilih Merangkul Anak yang Hampir Terlupakan
-
Militerisasi Kehidupan Sipil Tak Menyejahterakan Rakyat, Hanya Menyenangkan Pemimpin
-
Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pelecehan, Kampus Telusuri Korban Lain