SuaraJogja.id - Belakangan ini, video sepasang kekasih yang meninggal tersambar petir saat camping viral di berbagai media sosial. Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (23/9/22) di kawasan wisata Agro Bukit Waruwangi, Serang Banten.
Pasangan yang hendak menikmati akhir pekan bersama sang kekasih itu justru berakhir mengerikan. Dalam video yang beredar, tenda yang mereka gunakan itu telah sobek karena terbakar.
Terlihat jelas dalam video, tenda itu berdekatan dengan pohon besar di kawasan tersebut, sehingga kemungkinan besar hal itu menjadi salah satu penyebab mereka terkena sambaran petir.
Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika terjadi hujan petir. Adapun beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan Alat Elektronik
Salah satu hal yang mengundang petir datang menyambar adalah adanya hantaran arus listrik. Oleh karena itu, pada saat terjadi hujan petir, sebaiknya jangan bermain gawai, apalagi di tempat terbuka.
Kejadian semacam itu telah banyak terjadi, bahkan kepada seseorang yang mendengarkan musik menggunakan headset. Jadi, hal itu sangat berbahaya dilakukan ketika sedang terjadi hujan petir.
2. Berteduh di Bawah Pohon
Pepohonan yang tinggi, termasuk benda yang mudah tersambar petir, karena berada di lingkungan terbuka. Maka, sebaiknya Anda tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi hujan petir. Sebab, pohon bisa menghantarkan arus listrik ke segala sesuatu yang berada di dekatnya.
Baca Juga: Sepasang Remaja Tersambar Petir Saat Berduaan Dalam Tenda, Satu Orang Tewas
3. Berada di Ruang Terbuka
Petir bisa dengan mudah menyambar apa pun yang berada di ruang terbuka, termasuk teras rumah. Oleh karena itu, sebisa mungkin, ketika terjadi hujan petir, bergegaslah untuk masuk ke dalam rumah atau ruang tertutup.
4. Menyentuh Benda Logam dan Air
Salah satu hal yang harus dihindari ketika hujan petir datang adalah menyentuh benda logam. Pasalnya, bagian dari logam tersebut dapat menghantarkan arus listrik. Misalnya, ketika hujan petir turun saat Anda sedang berenang, usahakan agar Anda segera naik.
5. Berada di Dekat Jendela
Menyentuh bahan bangunan seperti halnya jendela juga meerupakan tindakan yang harus dihindari ketika hujan petir. Sebab, beberapa bahan bangunan itu memiliki struktur beripa tiang dan kawat yang dianggap berisiko saat kondisi tersebut.
Berita Terkait
-
Sepasang Remaja Tersambar Petir Saat Berduaan Dalam Tenda, Satu Orang Tewas
-
2 Remaja Asal Mancak Tersambar Petir di Bukit Waruwangi, Sedang Berduaan di Tenda Saat Hujan
-
Ngeri! Pasangan Muda Tersambar Petir Saat Sedang Berduaan di Tenda
-
Duar! Sepasang Muda-mudi Lagi Asyik-asyik di Dalam Tenda Tersambar Petir
-
Hendak Berkemah Bersama Pasangan, Seorang Pria di Bukit Waruwangi Serang Tewas Tersambar Petir
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja