SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kajian berbagai program bantuan jaminan sosial bagi masyarakat kurang mampu daerah ini untuk diusulkan ke Kementerian Sosial agar mendapat fasilitasi dari Pemerintah Pusat.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo di sela Rapat Koordinasi Persiapan Pendataan Indikator Kesejahteraan Sosial di Bantul, Kamis mengatakan sudah bertemu dengan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos guna membicarakan terkait program bantuan jaminan sosial dari pemerintah.
"Tahun 2023 harapan kita akan banyak mendapatkan banyak program-program yang kemarin kami minta Dinas Sosial dan jajaran untuk mengkaji, membuat sebuah terobosan usulan program yang akan kita paparkan ke Kemensos, harapan kita betul-betul akan dapatkan fasilitasi," katanya.
Dia mengatakan, jika nantinya Pemkab Bantul mendapatkan fasilitasi dari pusat, maka akan mengurangi beban pemerintah daerah dan pemerintah kelurahan dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial di masyarakat.
"Bila mendapat fasilitasi itu akan mengurangi beban berat mental moral kita, beban pikir kita terutama tingkat desa, kaitannya dengan urusan urusan jaminan sosial atau bantuan jaminan sosial, misalnya PKH (program keluarga harapan), BPNT (bantuan pangan nontunai), dan lain sebagainya," katanya.
Wabup juga mengatakan, dalam menanggulangi kemiskinan, yang dibutuhkan saat ini bukan bagaimana mengetahui tentang teori, tetapi bagaimana membangun sebuah sinergi untuk menyelesaikan permasalahan yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat.
"Itu yang penting, saya sering sampaikan di rapat-rapat pemda, tujuan kita bernegara, berpemerintahan bukan hanya mengejar nilai plus dari pemerintah, tetapi bagaimana rakyat merasakan sentuhan program, sentuhan anggaran dari pemda, untuk perubahan menuju pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dia mengatakan, dan dalam upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan adalah bagaimana menuju kesejahteraan masyarakat.
"Jadi kesejahteraan masyarakat yang didefinisikan sebagai kondisi agregat dari kepuasan individu-individu, dan bicara kesejahteraan itu kan dari miskin dikasih program, didampingi, difasilitasi dan 'setting goal' menuju kepada kesejahteraan," katanya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Mantapkan Kualitas Layanan Rumah Sakit di Bantul
Wabup Bantul juga berharap, dengan program bantuan jaminan sosial dari pemerintah daerah maupun yang akan difasilitasi pusat dapat mengurangi kemiskinan, atau paling tidak naik kelas atau meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.
"Karena yang terjadi di tengah tengah kita masyarakat kita yang masuk kategori miskin ini miskin terus tidak pernah naik tingkat, karena berharap bantuan terus kalau kemudian hilang namanya protes, tetapi ketika sudah mampu tetap menerima bantuan tidak mau berfikir diberikan orang lain, lantas kapan naik kelas," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
BPJamsostek Sosialisasikan Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Atlet
-
Jaminan Sosial Bagi Pesepak Bola Profesional Wujud Hadirnya Negara pada Aktivitas Olahraga
-
Bahas Penguatan Jaminan Sosial Pasca Pandemi, BPJS Ketenagkerjaan Gelar ASSA High Level Meeting
-
BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program dan Manfaat Jaminan Sosial kepada Petugas Bawaslu
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius