SuaraJogja.id - Preiden Joko Widodo menindak tegas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya (1/10/2022) malam hari.
Insiden yang menewaskan sebanyak 187 jiwa melayang mendapat perhatian khusus dari Presiden Indonesia ke-7. Jokowi dalam postingan video singkatnya menuliskan rasa dukacita yang mendalam atas tragedi tersebut.
"Saya menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi sepakbola yang membawa korban jiwa di Kanjuruhan, Malang, tadi malam," tulis Joko Widodo di akun Twitter pribadinya @jokowi.
Dalam pidato singkatnya Presiden Jokowi meminta kepada Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memantau langsung palayanan medis bagi korban yang sedang berada di rumah sakit.
"Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik," ungkap Joko Widodo.
"Saya juga perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya. Khusus kepada Kapolri saya minta untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," imbuhnya.
"Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," tegas Presiden.
Jokowi mengaku sangat menyesalkan insiden ini bisa terjadi dalam sepak bola Indonesia. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
"Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di tanah air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang. Sportifitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama," tutup Jokowi di akhir pidatonya.
Baca Juga: Bos Arema FC: Saya Siap Berikan Bantuan Meski Tak Bisa Kembalikan Nyawa Korban
Pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut mendapat respon dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Bahkan tak sedikit dari mereka yang meminta agar Presiden bertindak tega dan melakukan reformasi menyeluruh dalam kepengurusan PSSI.
"Pak selaku Presiden bapak cukup mengintervensi Polisi saja, dan wajib melakukan Reformasti total instutusi tersebut. Pemerintah tidak boleh mengintervensi PSSI Pak, kompetisi itu ranahnya PSSI. Dan Fifa tidak memperbolehkan Pemerintah melakukan itu!" ungkap salah seorang netizen Indonesia di kolom komentar Twitter pribadi @jokowi.
"Tolong pakpres, ibu ini anaknya meninggal. COPOT POLDA JATIM SKRG JUGA! dimana hati nuraninya pak? Nembak gas air mata ke tribun? Anak kecil yg gatau apa2 jd korban! Buat IBUL mending LU mundur dah dari ketua PSSI kaga ada pantes2nya lu! @iriawan84," kata netizen yang lain.
"Berapapun jumlah korban di Kanjuruhan, harus ada investigasi independen semacam Taylor Report setelah Tragedi Hillsborough (yang dipimpin cabang yudisial Inggris) dan hasilnya diperkuat oleh Hillsborough Independent Panel pada 2012. Klo ga ya ga akan ada perubahan berarti," ucap netizen lainnya.
"Lah kok sementara. Bubarin skalian pak. Kompetisi gak jelas, aparatnya bar2, supporternya sok jagoan, federasinya lawak, apa lagi lah yg mau di tonton itu pak..." ujar netizen satunya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Bos Arema FC: Saya Siap Berikan Bantuan Meski Tak Bisa Kembalikan Nyawa Korban
-
Raffi Ahmad Buka Suara Soal Tragedi Kanjuruhan: Tidak Usah Saling Menyalahkan, Ambil Hikmahnya
-
Tak Ingin Korban Meninggal Terus Bertambah, Jokowi Perintahkan Menkes Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan Secara Cepat
-
'Saya Didorong dari Belakang dan Lihat Ayah Jatuh', Kisah Pilu Anak yang Ortunya Meninggal di Tragedi Kanjuruhan
-
Kapolres Malang Diminta Mundur Buntut Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
-
Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan