SuaraJogja.id - Perseteruan antara Komika Mamat Alkatiri dan Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut masih menjadi sorotan publik. Mamat Alkatiri sendiri buka suara dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya terjadi.
Sebelumnya, video acara diskusi yang menghadirkan Mamat Alkatiri dan sejumlah pejabat dari Anggota DPR RI, Hillary Brigitta, Fadli Zon dan pejabat lain sudah di-take down di YouTube.
Mamat menegaskan bahwa dirinya tidak menyerang personal Hillary Brigitta dan tidak diminta meroasting perempuan 26 tahun tersebut.
"Aku di kalimat pertama tidak menyebut nama dia. Jadi saat itu belum memulai materi stand up, tapi aku menanggapi closing statement dia, jadi ga ada diminta panitia untuk meroasting itu ga ada," terang Mamat dikutip dari Podcast Noice, Ruang 28, Hillary Vs Mamat, Suporter Vs Aparat, Netizen vs Baim Wong, Kamis (6/10/2022).
Hillary Brigitta sendiri dalam potongan video yang dibagikan di akun Instagram pribadinya mengajak untuk anak muda berpolitik dan berani melebur dalam dunia politik Indonesia.
Namun Mamat Alkatiri yang ikut terlibat dalam acara diskusi itu menanggapi pernyataan Brigitta ketika perempuan tersebut pulang lebih dulu sebelum acara selesai.
"Saya sayangkan kakak Brigitta ini pulang lebih dulu. Sebenarnya dalam materi stand up itu juga saya mengapresiasi perempuan-perempuan yang berani terjun ke dalam politik Indonesia. Setelah acara kita cair, karena memang selesai di sana," sebutnya.
Menanggapi kata kasar yang dia lontarkan dalam beberapa video yang beredar, Mamat mengaku menujukan ke opini soal anak muda harus berani berpolitik. Menurutnya ketika sistem dalam politik itu tak diubah dari akarnya, orang yang tak memiliki privilege atau keluarga tanpa latar belakang pejabat akan sulit berkarir di politik tanah air.
"Dan juga di materinya, anak muda harus gini harus gitu, anak muda ada keterlibatan ke politik, berani politik. Eh mau tua mau muda sama saja menurutku kalau sistemnya gini-gini aja. Rekrutmennya masih gini-gini aja," cecarnya.
Dia menjelaskan jika kata kasar itu merasa menyinggung pribadi Brigitta, Mamat meminta maaf. Namun baginya, opini yang dia layangkan pada diskusi itu hingga meluncur kata kasar, Mamat tetap teguh pada pendirian.
Sebelumnya, komika asal Fakfak, Papua Barat, Mamat Alkatiri dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik oleh Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut, Senin (3/10/2022).
Dalam laporan tersebut tertulis nama Mamat Alkatara yang dilaporkan dan menjadi sorotan komika 30 tahun ini karena bukan nama aslinya. Di sisi lain, Pasal 310 KUHP yang disangkakan dalam laporan itu juga dikritik lantaran tidak ada unsur tuduhan yang dilakukan terlapor (Mamat Alkatiri) kepada pelapor (Hillary Brigitta).
Berita Terkait
-
Merasa Mendapat Dukungan, Hillary Brigita Lasut di 'Prank' 3 Komika Bergaya Satire
-
Salah Paham Anggota DPR Hillary Brigitta Memaknai 'Jebakan' Para Komika: Dikira Dukung Somasi Mamat Alkatiri, Padahal..
-
Mamat Dipolisikan Gegara Roasting Anggota DPR, Hillary Lasut: Ini Indonesia, Negara Hukum Bukan Negara Komedi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar