SuaraJogja.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sleman mencopot reklame tak berizin yang terpasang di Jalan Magelang Km 10 Denggung, Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.
Reklame itu diketahui berdiri di dekat diler mobil, dan sudah ditutup dengan kain bertuliskan pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik reklame.
Kepala Sat Pol PP Sleman Shavitri Nurmala mengatakan, reklame itu akan dicopot pada Jumat (14/10/2022) sore.
Saat mencopot reklame, Pemkab selalu mempertimbangkan sejumlah poin, di antaranya misalnya reklame sudah habis masa berlaku maupun menyalahi konstruksi yang ditetapkan oleh dinas terkait.
"Papan reklame yang ditutup itu berukuran 5x10 meter, tidak berizin dan ditutup dengan spanduk bertuliskan 'Reklame Tidak Berizin Melanggar Peraturan Bupati Sleman Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Reklame'," ungkapnya, Kamis (13/10/2022).
Penutupan dan pencopotan reklame didasarkan pada sejumlah aturan yang berlaku. Mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja; Peraturan Daerah Kab. Sleman No. 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.
Aturan lain yang mencakupinya yakni Peraturan Daerah Kab. Sleman No. 14 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Bupati Sleman No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaran Reklame.
Sebelum ditutup dan dicopot, Pemkab Sleman dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sleman sudah melayangkan surat ke pemilik reklame.
"Sudah disurati dua kali," terangnya.
Baca Juga: Muncul Pesan Berantai Klitih Beraksi di Jalan Godean, Polresta Sleman Beri Penjelasan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara dan UMKM Lewat Semarak Merah Putih
-
SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan
-
10 Saksi Dihadirkan di Sidang Little Aresha, Ibu Ungkap Anak Autis Diduga Diikat hingga Lebam
-
Raih Hibah United Board 2026, UAJY dan AMSI Kolaborasi Kuatkan Jurnalisme Biodiversitas
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla