SuaraJogja.id - Terkait kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilaporkan oleh Lesti Kejora, Rizky Billar dijadwalkan untuk yang kedua kalinya usai mangkir dari jadwal pemeriksaan yang pertama. Panggilan pemeriksaan yang kedua sebenarnya dilangsungkan pada Kamis (13/10/2022).
Namun, ternyata Rizky Billar datang lebih awal, yakni sehari sebelum jadwal pemeriksaan tersebut. Hal itu dikarenakan dirinya memiliki kegiatan atau kesibukan lainnya. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan, Rabu (12/10/2022) kemarin.
“Hari ini melakukan pemeriksaan terhadap saudara Muhammad Rizky. Sebenarnya pemanggilan periksaan ini adalah besok tanggal 13 hari Kamis,” ujar Endra Zulpan.
“Tetapi ada permintaan dari pihak Muhammad Rizky melalaui kuasa hukumnya kepada penyidik Bareskrim Polres Metro Jakarta Selatan, untuk melakukan pemeriksaan lebih awal,” ungkapnya.
Pemeriksaan terhadap pesinetron 27 tahun itu dilakukan sejak pukul 11.00 siang dengan 34 pertanyaan. Statusnya pada saat itu masih ditetapkan sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut belum tuntas hingga Kombes Endra Zulpan memberikan keterangan tersebut.
Ia pun menjelaskan bahwa hasil dari pemeriksaan terhadap Rizky Billar tersebut nantinya akan menentukan statusnya yang berkemungkinan menjadi tersangka.
Namun, ia menegaskan bahwa kasus KDRT yang dilaporkan oleh pedangdut asal Cianjur itu telah naik ke tahap penyidikan. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi dan bukti-bukti, telah ditemukan unsur pidana pada kasus KDRT ini.
Terkait video yang beredar mengenai detik-detik Rizky Billar melempar bola biliar kepada Lesti itu pun dibenarkan oleh Kombes Endra Zulpan. Ia mengatakan bahwa video tersebut merupakan salah satu bukti yang diserahkan kepada pihak kepolisian yang akan memperkuat adanya dugaan KDRT.
“Artinya unsur pidana sudah ada, di situ ada pelaku yang melakukan pelanggaran pidana itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Alasan Lengkap Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar dan Cabut Laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Namun kini, setelah Rizky Billar ditahan, publik digemparkan dengan keputusan Lesti Kejora mencabut laporan KDRT yang sebelumnya ia masukkan ke kepolisian. Banyak yang menyayangkan hal tersebut.
TONTON VIDEONYA DI SINI.
Kontributor: Dinna Lailiyah
Berita Terkait
-
Alasan Lengkap Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar dan Cabut Laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
-
Lesti Kejora dan Rizky Billar Terciduk Mesra di Kepolisian, Warganet: Semua Kena Prank
-
Meminta Agar Lesti Cabut Laporan KDRT, Ade Arfil Manurung:Mereka Peluk-Pelukan Maka Saya Heran, AKP Nurma:Mau Terus Lanjut atau...
-
Pantau Kasus KDRT, Luna Maya Kirim WA ke Lesti Kejora, Begini Isinya
-
Hotma Sitompul Berang Rizky Billar Masih Ditahan Usai Pencabutan Laporan Lesti Kejora: Ada Apa dengan Kapolres?
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah