SuaraJogja.id - Muchlis Hadi Ning, Mantan striker Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas, dikabarkan sedang mengambil kursus pelatih Lisensi C PSSI.
Lama tak terdengar namanya, wonderkid Timnas Indonesia U-19 yang berjaya di masa itu, kini kembali muncul kepermukaan. Muchlis Hadi Ning dikabarkan sedang mengikuti kursus pelatih sebagai pijakan awal dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang pelatih.
Tak jarang yang menyayangkan keputusan yang diambil oleh Muchlis Hadi Ning, mengingat usianya kini masih 26 tahun, usia yang menurut para penggemar sepak bola tanah air dan netizen Indonesia merupakan usia emas.
"26 tahun, padahal masih di usia emas, memang pemilihan klub nih penting juga, pemain muda harus utamakan menit bermain kalau memilih stay di Liga 1," ungkap salah seorang netizen dilansir dari akun Instagram @hantamfootball (9/10/2022).
Baca Juga: Muchlis Hadi Ning Antusias Tatap Laga Persib Kontra Persipura
"Sayang banget generasi nya evan dimas banyak yg secara potensi terpinggirkan..padahal klo liat potensi tim u19 dl dr bek sampe striker semua punya peluang.. smoga ke depan dimulai dr STY pembinaan pemain nya jadi lebih baik," sambung netizen yang lain.
"Rada miris ya, kalo ngelihat generasi mereka sekarang. Dulu habis juara AFF dipuja-puja bakal jadi pemain top masa depan. Eh... gataunya banyak yg gagal. Sebagian ada yg masih main dan jadi andalan di klub2 Liga 1. Sebagian lagi ada yg main di liga2 level bawah. Bahkan ada yg gak terdengar lagi namanya kayak alqomar, sabeq, maldini, dinan," kata netizen lainnya.
Namun tidak sedikit juga yang memeberikan dukungan terhadap Muchlis Hadi Ning dalam mengambil keputusan untuk mengikuti kurus pelatih Lesensi C PSSI.
"Minimal Muchlis Hadi mau belajar soal kegagalan menjadi pemain dan mempersiapkan diri untuk menjadi pelatih. Dia tidak pernah komentar nyinyir tentang apapun. Salut untuk Muchlis Hadi. Dulu juga sempat dipuji Kurniawan DY bahwa gaya mainnya mirip Kurniawan saat masa jaya. Sayang langsung memilih klub besar saat itu jadi minim menit bermain," kata netizen lain.
"Gpp, siapa tahu nanti setelah kursus pelatih jd lebih meningkatkan performa nya. Pemahaman gameplay jd lebih yahud," dukung netizen lainnya.
Baca Juga: Muchlis Hadi Ning Putuskan Mundur dari PSM, Kenapa?
"Muchlis Hadi, semenjak kepergian ayahnya beberapa tahun lalu, sepertinya jg mempengaruhi motivasi dia untuk terus bermain.. tapi untungnya dia klo gak salah juga anggota polisi, jadi secara ekonomi mungkin masih mampu.. dan menjadi pelatih, bisa saja adalah upaya dia melanjutkan cita² ayahnya yg dulunya mmng juga seorang pelatih," ungkap netizen satunya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Sederet Keistimewaan Tristan Gooijer: Pantas Bikin PSSI Kepincut
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
PSSI Kasih Kepastian Kabar Shin Tae-yong Jadi Dirtek PSSI
-
Dilema Tristan Gooijer: PSSI Ngebet Naturalisasi, tetapi Sang Pemain Cedera
-
Mathew Baker Nyaman di Tim, Kode Timnas Indonesia Berprestasi di Piala Asia U-17?
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY