SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat berlangsungnya cuaca ekstrem selama sepekan, yakni 1-9 November 2022, telah terjadi sedikitnya 12 kejadian bencana hidrometeorologi di 17 titik.
Dalam laporan BPBD Sleman, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Bambang Kuntoro, diketahui bahwa bencana yang terjadi terdiri dari angin kencang, longsor, banjir.
Sedikitnya tiga KK dan 14 jiwa terdampak bencana angin kencang lalu dua KK dengan tujuh jiwa terdampak banjir serta delapan KK dengan total 25 jiwa terkena longsor.
Bambang Kuntoro juga membeberkan data kerusakan fisik, mulai dari rumah rusak, bangunan usaha rusak, jembatan ambruk, talut ambrol dan jalanan yang amblas.
Dalam laporan itu, disimpulkan bahwa kerugian yang harus ditanggung oleh Pemkab Sleman akibat cuaca ekstrem tahun ini mencapai Rp356 juta.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau warga agar lebih hati-hati dan waspada. Masyarakat harus menyadari, bahwa Kabupaten Sleman merupakan wilayah potensi rawan bencana.
"Sleman itu rawan bencana, saya mengimbau masyarakat harus waspada. Apalagi nanti bulan Desember-Januari diperkirakan hujan deras dan angin kencang. Sehingga harus mengantisipasi semuanya," kata dia, ditemui di kompleks Pemkab Sleman, Kamis (10/11/2022).
Ia menambahkan, sedikitnya ada tujuh bencana yang berpotensi terjadi di Bumi Sembada. Mulai dari longsor, angin kencang, banjir, gempa bumi, banjir lahar dingin, letusan gunung Merapi, tanah bergerak.
"Dan ada satu lagi bencana kebakaran, akibat kelalaian kita," ucapnya.
Baca Juga: Jalan Depan Rumah Erina Gudono di Sleman Dibenahi, Anggaran Perbaikan Capai Rp193 Juta
Di tengah musim hujan tahun ini, Kustini meminta warga lebih peduli terhadap mitigasi bencana, di lingkungan tempat tinggal.
"Kalau ada genting yang rusak diganti, kalau ada retakan-retakan di rumah diperhatikan. Kalau pohon-pohon terlalu rimbun, bisa dipangkas. Seandainya takut tumbang, bisa minta tolong, kami bantu memangkas," ujarnya.
Jembatan ambruk tetap ditangani Pemkab
Pemkab Sleman sudah mulai menangani jembatan penghubung antar padukuhan di Kapanewon Kalasan, yang ambruk karena tergerus banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengungkap, pihaknya masih menunggu kajian dari Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman terkait konstruksi yang tepat untuk jembatan tersebut.
"Apakah menggunakan baja seperti awal atau pakai beton, kombinasi. Konstruksi itu tentu berpengaruh pada nilai [proyek]," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka
-
Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien
-
Pasca Sebarkan Video Nirempati Korban MBG, Pegawai SPPG Dlingo Bantul Dipecat BGN
-
Sidak Dini Hari, Pemda DIY Temukan Pengelolaan MBG Tak Sesuai SOP, SPPG SMKN 2 Jogja Distop
-
Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas