Jembatan itu juga dikaji perihal ukurannya. Akan memiliki ukuran sama seperti aslinya atau diperlebar, sehingga tidak lagi hanya bisa dilewati sepeda motor. Melainkan juga bisa untuk akses mobil.
"Itu sangat tergantung perencanaan dan tergantung ketersediaan anggaran juga," sebutnya.
Makwan menjelaskan, jembatan yang rusak itu merupakan infrastruktur milik lingkungan. Bukan milik Pemerintah Kabupaten Sleman.
Apabila jalan itu milik kabupaten, maka proyek bisa diambil alih oleh Bidang Bina Marga DPU PKP Sleman.
Tetapi, karena bukan milik Pemkab, maka tetap dibutuhkan kajian lebih lanjut serta pembahasan mekanisme yang akan digunakan.
"[Pakai] BTT bisa saja. Kami ada namanya bantuan material untuk masyarakat. Cuma, konstruksinya menunggu kajian. Dan yang berat lagi, di sana itu kan ada masalah fondasi, sungainya pun dalam," terang Makwan.
Diketahui, di lokasi saat ini tubuh jembatan telah dievakuasi sebagian. Sedangkan untuk konstruksi baja, masih harus ditarik dengan bantuan crane.
"Harus dipotong dulu baja-bajanya pakai las. Ditarik pakai crane, kalau manual ndak kuat," ucapnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, DPUPKP Sleman masih mengecek kondisi jembatan yang ambruk karena banjir itu.
Baca Juga: Jalan Depan Rumah Erina Gudono di Sleman Dibenahi, Anggaran Perbaikan Capai Rp193 Juta
Ia memperkirakan, dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan tidak memakan jumlah yang terlalu besar. Karena ukuran jembatan yang kecil.
Walau jembatan itu berada di jalan lingkungan, bukan jalan kabupaten, Kustini menyebut DPUPKP akan mencoba menggunakan dana mereka sebagai solusi.
"[Pengerjaannya di-handle Pemkab] Iya, kemarin di PU," ucapnya.
Ia berharap, setelah diperbaiki jembatan itu bisa dipelihara masyarakat dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk akses saat beraktivitas.
Korban jembatan ambruk nyaris hanyut, sempat tertimpa material
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sleman, Selasa (8/11/2022) petang menyebabkan sebuah jembatan penghubung antar padukuhan di Kapanewon Kalasan, ambruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha