Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Senin, 14 November 2022 | 21:39 WIB
Ilustrasi rumah sakit (pixabay)

"Kalau dia pasien fraktur, patah tulang, diberi pertolongan pertama dulu, setelah stabil baru dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Berbah dikabarkan menolak pasien korban kecelakaan yang dibawa oleh relawan, Minggu malam. Alasan tim medis di sana, karena mereka tidak berani melakukan tindakan.

Saat relawan akan meminta pertolongan mengantar ke rumah sakit dengan ambulans, Puskesmas juga tak berkenan. Alasannya tak ada driver ambulan yang bertugas malam itu.

Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta Budhi Masturi membenarkan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan pasien kecelakaan di Puskesmas Berbah.

Baca Juga: Bawa Korban Kecelakaan yang Terluka dan Berdarah ke Puskesmas, Jimmy: Mbak Itu Menolak Kami

"Menurut perawat, mereka [korban dan relawan yang menolong] masih bisa melakukan rujukan secara mandiri, ke rumah sakit. Jadi tidak dilakukan tindakan awal dan tidak diberi rujukan," ujarnya.

Padahal dalam UU keperawatan, UU tentang tenaga kesehatan yang berlaku, perawat berhak melakukan tindakan-tindakan tertentu kepada pasien gawat darurat, bila tidak ada dokter di faskes.

"Puskesmas sudah mengakui kalau mereka keliru. Tapi saya melihat di sini tidak ada unsur kesengajaan. Hanya pemahaman perawat yang tidak cukup baik terhadap kewenangannya, sehingga tidak berani memberikan pertolongan pertama," terangnya.

Sementara itu, untuk penolakan tidak diberikannya layanan ambulans, Puskesmas beralasan pada malam tersebut driver ambulans puskesmas sedang tidak ada. tidak bisa memfasilitasi.

ORI telah menyarankan kepada Kepala Puskesmas untuk memberikan penguatan dan capacity building terhadap perawat.

Baca Juga: ORI DIY Sesalkan Minimnya Pengetahuan Tim Medis di Puskesmas Berbah yang Diduga Tolak Pasien Korban Kecelakaan

"Supaya mereka bisa lebih memahami kondisi kedaruratan, apa yang bisa mereka lakukan, apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya," ucapnya.

Load More