SuaraJogja.id - Seiring dengan meredanya kasus Covid-19, para pelaku industri musik jadi salah satu yang paling bahagia di pertengahan tahun 2022 ini karena pemerintah sudah mengizinkan digelarnya konser-konser. Bahkan di tengah proses kembali "menata hidup", pemusik dangdut, khususnya dangdut koplo, seakan ketiban duren paling harum.
Tiga bulan lalu, saat masyarakat merayakan HUT Ke-77 RI, media sosial dibuat berisik dengan obrolan soal acara setelah upacara kemerdekaan di Istana Negara pada 17 Agustus 2022. Memang wajar, karena kapan lagi nonton Menhan Prabowo Subianto, yang citranya dingin dan tegas, joget-joget bareng para menteri dan pejabat lainnya? Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sempat disorot karena berusaha membaur dari tempat duduknya dengan jogetan tipis-tipis yang tampak dipaksakan, didukung raut wajah yang dikusutkan oleh kasus-kasus besar Polri.
Semua orang pun mungkin tahu, adanya tontonan langka itu berkat "ulah" Farel Prayoga, bocah 12 tahun yang menyanyikan lagu dangdut koplo "Ojo Dibandingke" ciptaan Abah Lala di hadapan Presiden Jokowi dan para pejabat di Istana Negara, dengan gayanya yang supel dan asyik.
Jagat maya dan media massa langsung diramaikan video dan pembahasan soal Farel Prayoga. Kemudian, belum selesai warganet mengomentari momen unik di Istana itu, 10 hari kemudian viral video saat band indie pop asal Amerika, The Walters, kegirangan lagunya yang viral di TikTok, "I Love You So", didaur ulang jadi dangdut koplo. Para anggotanya sampai joget heboh saat tampil di atas panggung The Sounds Project Vol.5, Sabtu (27/8/2022), bareng duo Feel Koplo, di Eco Park Ancol, Jakarta Utara.
Tak cukup sampai di situ, banyak pula konser atau festival musik baru-baru ini yang turut memasukkan musisi koplo di lineup mereka, seperti Ndarboy Genk, NDX A.K.A., Aftershine, OMWAWES, Happy Asmara, Inul Daratista, Nella Kharisma, Via Vallen, dan masih banyak lagi. Milad Pondok Pesantren Ora Aji tahun ini pun, Gus Miftah sang pimpinan memberikan hiburan gratis bagi warga Sleman dengan mendatangkan dua penyanyi yang namanya paling sering disebut kalau bicara soal dangdut koplo: Yeni Inka dan Denny Caknan.
Puncak kejayaan dangdut ini juga dibuktikan dengan hasil survei yang dirilis Skala Survei Indonesia (SSI) pada Maret 2022 tentang jenis musik yang paling disukai masyarakat Indonesia pada 2022. Sesuai dengan tema artikel ini, tentu saja dangdut jadi penguasanya, dengan jumlah penyuka mencapai 58,1 persen, mengalahkan pop, yang cukup menduduki posisi kedua di angka 31,3 persen.
Mereka yang tak mengikuti dangdut--terutama dangdut koplo--sejak lama, mungkin akan merasa semuanya tiba-tiba koplo, padahal sama seperti yang dialami setiap orang sebelum, selama, dan setelah Covid-19, dangdut koplo pun melewati perjalanan yang juga diisi dengan proses jatuh-bangun sampai kemudian beralih dari musik yang tadinya dianggap remeh dan kampungan menjadi musik yang paling diminati anak muda dan dinikmati penghuni Istana seperti saat ini.
Perjuangan Rhoma Irama menerbangkan dangdut
Sebelum dangdut koplo tenar seperti sekarang, Indonesia sudah lama memiliki aliran musik dangdut, yang kini mungkin lebih sering disebut sebagai dangdut klasik. Julukan "Raja Dangdut" pun memang pantas disematkan pada nama Rhoma Irama. Selain karena berbagai karya dan musikalitasnya, Rhoma Irama bisa dibilang tokoh pejuang dangdut.
Baca Juga: Kehilangan iPhone 13 Pro Max, Farel Prayoga: iPhone Enak, Gampang Kalau Dicari
Kala itu, pandangan sinis deras menghujani dangdut. Namun, anggapan bahwa dangdut adalah musik kelas rendahan perlahan dipudarkan Rhoma Irama. Pengamat musik Irfan R Darajat menjelaskan, Rhoma Irama bersikeras mengklaim bahwa dangdut bukanlah musik dari India maupun Arab, melainkan campuran dari berbagai jenis musik di berbagai daerah, termasuk sentuhan Melayu, dan Rhoma Irama sendiri menambahkan unsur rock di sana.
"Perjuangan Rhoma Irama pun sampai pada satu titik ketika era Orde Baru, dangdut dianggap sebagai musik nasional. Beberapa menteri atau gubernur itu menyukai musik dangdut. Upaya ini memberikan wacana bahwa musik dangdut itu bukan musik kampungan, tapi seluruh kalangan, musik nasional, modern dari Indonesia," terang Irfan.
Selalu berkembang dari waktu ke waktu, dangdut di Indonesia pun diberi ciri khas yang beragam oleh setiap musikusnya. Irfan mencontohkan, dangdut Ellya Khadam dan A Rafiq kental dengan pengaruh India, sedangkan Alam mencampurkan sentuhan rock yang lebih tebal pada lagu-lagu dangdut miliknya, lalu dangdut Meggy Z lebih mendayu-dayu, bahkan tak sedikit pula bermunculan dangdut disko seperti yang dibawakan Zaskia Gotik.
Itu baru secuil contoh beragamnya musik dangdut, dan Irfan pun mengatakan, memang banyak sekali kemungkinan untuk mencampurkan dangdut dengan irama musik lain hingga pada waktunya telinga masyarakat digelitik musik dangdut koplo. Namun rupanya, kehadiran koplo kala itu seakan tak disambut hangat si raja dangdut.
"Rhoma Irama seperti kesal, apa yang sudah susah payah ia angkat dari "comberan" kemudian dijatuhkan lagi. Jadi wacana perjalanan musik dangdut ini naik-turun; setiap zaman bisa dimaknai," tutur Irfan.
Kontroversi Rhoma Irama dengan dangdut koplo Inul Daratista
Tag
Berita Terkait
-
Kehilangan iPhone 13 Pro Max, Farel Prayoga: iPhone Enak, Gampang Kalau Dicari
-
Ramai Berita Kemarin, Hoaks Kabar Farel Prayoga Meninggal sampai Kekerasan di Papua Tengah
-
Kasihan... Begini Kondisi Farel Prayoga Setelah HP Satu-satunya Diambil Orang
-
Farel Prayoga Dikabarkan Meninggal, Sisca Kohl dan Jess No Limit Resmi Menikah
-
Profil dan Perjalanan Karier Farel Prayoga yang Diterpa Isu Meninggal Dunia
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ibadah GMS di Bantul Dibubarkan Ormas, Polisi Turun Tangan, Begini Hasil Mediasinya
-
Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha
-
Dugaan Korupsi Tiga Mantan Pengurus BUKP Tempel Sleman, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Siap Lari di Mandiri Jogja Marathon 2026? Marriott Yogyakarta Hadirkan Paket Race & Rest Bagi Pelari
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur