SuaraJogja.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY berhasil menyita ratusan ribu butir pil obat keras. Pil-pil terlarang itu diduga akan digunakan untuk pesta tahun baru mendatang.
Ratusan ribu obat terlarang itu diamankan dari tidak pidana peredaran obat keras melalui e-commerce jaringan antar provinsi Jakarta-Yogyakarta. Sudah ada lima tersangka yang ditangkap dari kasus ini.
Lima tersangka yang telah berhasil diamankan adalah MN (27), IA (24), MH (19), MY (18) yang diringkus polisi di Sleman. Dan satu orang tersang berinisial MK (27) ditangkap di Jakarta.
Total barang bukti yang berhasil disita yakni sebanyak 173.766 butir pil obat-obatan tersebut. Terdiri dari kurang lebih 94.766 butir pil trihexyphenidyl, 4.000 butir tramadol, kemudian 75.000 butir DMP Nova.
"Jadi paket yang sudah sampai Jogja itu ada 8 botol ya. 8 botol itu 8.000 (butir) berarti memang pesanan sudah jalan terus sampai di sini mungkin untuk dipersiapkan untuk pesta tahun baru," kata Wadir Resnarkoba Polda DIY, AKBP Bakti Andriyono kepada awak media, Selasa (20/12/2022).
Bakti menuturkan bahwa pil-pil itu diketahui dibanderol dengan harga Rp3.500 per butir. Sehingga diperkirakan secara total seluruh barang bukti itu bernilai hingga Rp600 juta.
"Kalau satu orang sehari 10 butir saja, ini sudah menyelematkan sekitar 60 ribu anak bangsa, itu kalau dihitung diasumsikan 10 butir per orang," ucapnya.
Disampaikan Bakti, pengungkapan kejahatan tindak pidana peredaran obat keras melalui e-commerce ini merupakan yang terbesar untuk Tahun 2022. Ia menyebut ini adalah kejahatan yang terorganisir dari pengedar sampai pengecer serta lintas provinsi Yogyakarta-Jakarta.
"Jadi kita pengembangan untuk akhir tahun kita tidak mau di sini terus beredar ya. Jadi persiapan untuk akhir tahun nanti ya. Sekaligus cipta kondisi sehingga peredaran obat keras dikurangi sangat berkurang untuk di Yogyakarta dan kejahatan yang lain bisa kita tekan kondisi aman dan nyaman," tegasnya.
Baca Juga: Seorang Ibu di Sukabumi Jual Obat Keras Demi Penuhi Tuntutan Hidup
Ia memastikan akan terus melakukan pendalaman terkait peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Yogyakarta. Sehingga dapat dituntaskan hingga ke akar-akarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
-
Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival