Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 21 Desember 2022 | 13:50 WIB
Ilustrasi Penembakan (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"Dua orang ini mau diamankan dibawa pergi ke Polsek, diajak bicara, maksudnya begitu. Tapi ada perlawanan, ada sedikit tindakan yang agak membahayakan," tuturnya.

"Saya dengar [suara] pas petugas mengeluarkan senjata, [tapi] saya tidak tahu [menembak ke arah mana]. Karena posisi agak menjauh, tapi saya dengar suara letusan, itu dengar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, belakangan diduga proyektil dari peluru yang ditembakkan oleh aparat tersebut mengenai kepala seorang bocah perempuan, berusia 4 tahun.

Bocah berinisial JM itu, sedang berada di sebuah warung makan, berjarak sekitar 1 Km dari lokasi keributan.

Baca Juga: Kalahkan Juara Bertahan Bali United, PSS Sleman Akhiri 6 Laga Tanpa Kemenangan, Seto Ungkap Rahasia

Saat korban mengalami peristiwa nahas, tak banyak warga sekitar yang mengetahuinya. Kecuali karyawan maupun pelanggan lain yang ada di warung, saat waktu bersamaan.

Seperti diungkapkan oleh warga yang tinggal berdekatan dengan warung makan, bernama Mia.

Ia bahkan hanya mengetahui adanya kejadian tersebut dari tetangga, yang berada di Padukuhan sebelah.

"Saya tahunya hanya Minggu itu ramai. Kalau ada suara-suara tembakan atau apa, saya tidak notice," kata dia.

Sementara pegawai warung makan, yang menjadi lokasi terlukanya JM (4), enggan memberikan keterangan.

Baca Juga: Sempat Unggul, Bali United Dikalahkan PSS Sleman 2-1

"Wah, tidak boleh ngomong apa-apa sama juragannya eh," ucapnya, singkat.

Load More