SuaraJogja.id - Sebanyak dua warga Jogja dikabarkan jadi deretan korban dari dukun pengganda uang di Banjarnegara.
Merespon hal itu, Polresta Yogyakarta saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perihal identitas dua warga yang diduga berasal dari Jogja tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Jogja Archye Nevadha menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polresta Banjarnegara.
“Info dua warga Jogja jadi korban pembunuhan dukun Banjarnegara ini belum bisa dipastikan, masih terus dikoordinasikan,” jelasnya seperti dikutip dari Harianjogja.com, Jumat (7/4/2023).
Archye menyebut bagi warga Jogja yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa melaporkan ke polsek terdekat, Polresta Yogyakarta atau lewat aduan online.
“Kalau infonya jelas kami akan berikan bimbingan dan pendampingan masyarakat kepada keluarga korban tentu,” katanya.
Aduan online yang diterima Polresta Yogyakarta, jelas Archye, tak hanya terkait orang hilang saja.
“Semua jenis pidana dan kasus lainnya bisa diadukan langsung ke kami melalui hotline tersebut,” ujarnya.
Nomor aduan online tersebut adalah 0896-8570-8900, warga Jogja dapat menghubungi hotline tersebut melalui WhatsApp.
Baca Juga: 4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
“Hotline tersebut aktif 24 jam jadi silahkan menghubunginya secara leluasa,” ucap Archye.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 13 orang jadi korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara. Pelaku pembunuhan tersebut menghabisi orang yang ditipunya untuk menguasai harta bendanya. Korban pembunuhan tersebut tersebar dari berbagai daerah, dari Lampung, Sukabumi, Gunungkidul, hingga Jogja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
BRILink Agen Mekaar Bertransformasi Jadi Motor Ekonomi dan Lifestyle Micro Provider
-
Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
-
Bukan Sekadar Luka, Video Buktikan Anak-anak di Daycare Little Aresha Diikat Tanpa Baju