"Biasanya memang terjebak di sini karena google map. Kalau orang luar kota pakai googl e map pasti dilewatkan sini," ujarnya
Pada musim mudik lebaran ini memang cukup rawan. Warga dan Banser setempat mendirikan posko untuk antisipasi.
Hal itu guna bersiaga 24 jam di tanjakan Clongop untuk membantu para pengendara yang kesulitan melalui tanjakan yang menghubungkan Cawas, Klaten dengan Gedangsari Gunungkidul.
Dia mengakui di musim lebaran ini intensitas kendaraan yang melintas melonjak drastis. Tak sedikit kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang tak kuat menanjak saat melintas di tanjakan ini.
Setiap hari, ada belasan kendaraan yang tak kuat menanjak. Mereka harus bekerja ekstra karena terpaksa turun tangan mengganjal ban dan menariknya, bahkan di hari Lebaran kali ini mereka juga melakukannya.
"Ndak libur ini. Kami harus terus berjaga," katanya.
Dia menambahkan hampir semua kendaraan terutama roda empat yang tak kuat menanjak adalah para pemudik. Para pemudik ini menjadi korban google map di mana mereka usai keluar tol selalu diarahkan melalui tanjakan Clongop ketika akan ke Gunungkidul.
Para pemudik tidak menyadari jika tanjakan Clongop cukup ekstrim. Kesalahan yang mereka perbuat adalah para pemudik dengan kendaraan roda empat menyalakan AC sehingga tak kuat menanjak.
"Jadi mereka Ndak tahu kondisi Clongop itu seperti apa. Padahal tanjakannya cukup panjang dan terjal," terangnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Daftar Penumpang Meninggal dalam Tragedi Speedboat Terbalik di Indragiri Hilir
-
Mimpi Rakha Terkubur! Nekat Nyalip Sebelah Kiri, Nyawa Mahasiswa Terhempas dalam Kecelakaan Maut di Jalan H Imam Munandar Pekanbaru
-
Sopir Ungkap Detik-detik Elf Masuk Jurang di Bandung Barat, Lewati Jalan Sempit Ikuti Arahan Google Maps
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Kurs Kembali ke Rp15 Ribu
-
Bukan Sekadar Spot Foto, Ini Realita Pahit Penyandang Disabilitas Saat Berwisata ke Tamansari
-
Jogja Mulai Kembangkan KKMP, Wamira Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Warga dan Penekan Harga Pokok
-
Edwin Hadirkan Horor Industrial, 'Monster Pabrik Rambut' Jadi Cermin Budaya Kerja Berlebihan
-
Stok Sapi Kurban di Sleman Ternyata Minus 5.381 Ekor, Warga yang Mau Kurban Harus Bagaimana?