SuaraJogja.id - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Aneka Kacang dan Umbi meminta Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyediakan benih kedelai secara mandiri dan menjadi penyuplai benih untuk daerah lain.
Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan Enie Tauruslina Amarullah di Gunungkidul, Jumat, mengingatkan dalam program korporasi ini setiap penerima bantuan harus mengelola dengan serius.
"Setiap korporasi wajib mengelola dari hulu ke hilir, jika menjadi sentra perbenihan dan hilirisasi dapat menjadi sentra tanam dan pengolahan," kata Enie usai melakukan penanaman kedelai di Sentra Pembibitan Kedelai di Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian menggalakkan program korporasi kedelai. Program ini menekankan pada pengolahan dari hulu ke hilir.
Enie menyerahkan bantuan berupa satu unit cultivator dan lima penyemprot elektrik diharapkan dapat mampu meningkatkan produktifitas dalam pengolahan lahan petani.
"Harapannya, program korporasi dapat maksimal," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto juga sependapat dengan Direktur Aneka Kacang dan Umbi pada Kementerian Pertanian mengenai pengelolaan dari hulu ke hilir.
"Harapannya dampaknya dapat berganda serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya di Sidorejo," kata Heri.
Ia juga mengatakan lahan di Gunungkidul perlu dipetakan karena potensi untuk ditanam kedelai dan kacang cukup bagus,
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Usul ke Google Jalur Bundelan Dihapus Dari Map karena Ekstrem
"Kami siap untuk meningkatkan produktivitas kedelai di Gunungkidul mengingat potensi lahan di Gunungkidul ini cukup bagus," katanya.
Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Suhardi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.
"Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang proses tanam dan meningkatkan hasilnya," kata Suhardi.
Kelompok Tani Sri Rejeki sendiri telah mendapatkan bantuan benih sebanyak 2 ton, pupuk NPK 6 ton, pupuk hayati cair 120 liter, dan pestisida 80 liter selain itu juga mendapat pelatihan sekolah lapang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja