SuaraJogja.id - Seorang remaja berinisial MFT (17) bersama temannya FRL (18) nekat melakukan pembacok kepada seorang temannya. Hal itu dilakukan akibat yang bersangkutan tersinggung setelah orang tuanya diejek.
"Persoalan ini bermula dari kata-kata yang dikeluarkan korban di sebuah chat yang itu menyinggung ibu dari pelaku," ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Archye Nevada, Minggu (7/5/2023).
Archye mengungkapkan bahwa chat itu bertuliskan 'kere sak bapak mbokmu (miskin se-bapak ibumu)'. Kalimat itu yang kemudian membuat MFT tak terima dan emosi.
Hingga akhirnya kedua pelaku itu mendatangi korban yang sedang berada di depan Pom Bensin di wilayah Jl. Hos Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Tidak dengan tangan kosong, pelaku bahkan sudah membawa celurit.
"Kemudian pelaku membacok korban di bagian muka namun ditangkis oleh korban dengan tangan kiri. Selanjutnya korban terjatuh dan terlapor kembali membacok korban dengan senjata tajam mengenai kaki kiri," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka senjata tajam pada bagian siku tangan kiri dan betis kaki kiri luka robek terkena senjata tajam jenis clurit. Korban selanjutnya dibawa ke RS Ludiro Husodo untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung peristiwa itu sempat terekam oleh kamera CCTV di sekitar lokasi. Setelah memeriksa tempat kejadian serta memeriksa saksi-saksi polisi pun mendapatkan keberadaan pelaku.
Kedua pelaku akhirnya dapat diamankan di rumahnya masing-masing. Polisi juga menyita barang bukti celurit hasil kekerasan dari tangan pelaku.
Atas kejadian ini dua pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP atau 56 KUHP.
Baca Juga: Viral Pukul Pemotor di Jogja, Pria Bertopi Merah Akhirnya Minta Maaf
"Dengan ancaman hukuman penjara selamanya-lamanya lima tahun enam bulan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Dua Kelompok Remaja di Senen Tawuran Petasan Usai Salat Ied
-
Remaja di AS Dibunuh dan Diperkosa Ayah Kandung, Leher dan Tangan Nyaris Putus!
-
21 Remaja Diciduk Polisi di Jakarta Pusat saat Konvoi, Petasan Hingga Bendera Kelompok Disita
-
Hanya karena Game? Remaja di Inggris Tega Bunuh Ibu dan Dua Adiknya
-
10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Bisa untuk Kumpul Keluarga saat Lebaran
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan