SuaraJogja.id - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) ternyata mempunyai lebih dari 110 karya seni. Tersimpan bertahun-tahun tanpa perawatan secara benar, kebanyakan karya seni berharga tersebut mengalami kerusakan karena masalah jamur, debu dan rayap.
Padahal karya-karya tersebut berasal dari para seniman-seniman besar di Indonesia seperti Edhi Sunarso, Jumaldi Alfi atau Rudi Mantofani. Selain itu Aming Prayitno, Amri Yahya, Askabul, Bagong Kussudiarjo, Djakaria Sunakusumah, Dyan Anggraini Rais, Eddy Sulistyo, Entang Wiharso, Fadjar Sidik, Genthong HSA, H. Harjiman, H. Widayat, Herry Wibowo, Ida Hadjar, I Made Wiradana, I Made Toris Mahendra dan Ida Hajar.
Nilai ekonomis karya-karya tersebut tak main-main karena mencapai miliaran rupiah. Belum lagi nilai sejarah karya patung, lukisan hingga grafis yang sangat berharga.
"Mungkin kalau TBY tahu harga-harganya kaget dan tidak mau memamerkannya, karena memang sangat luar biasa. Patung karya edhi sunarso misalnya, ada yang dijual oleh keluarga, 30 ribu singapura dollar atau sekitar Rp 300 juta. Nah yang dimiliki tby ini sangat jarang keluar, harganya mungkin juga hampir sama itu. Baru satu, belum yang lain ya. Nilai ekonominya memang tinggi, jadi seharusnya disimpan dan dirawat dengan baik," papar Mikke Susanto, Kurator Kencan Nonton Wayang di TBY, Jumat (19/05/2023).
Dicontohkan dosen ISI Yogyakarta tersebut, TBY mempunyai karya RM Djajengasmoro yang merupakan salah satu inisiator Akademi Seni Rupa (Asri) Yogyakarta yang dibuat sekitar tahun 1940-an. Selain itu karya patung milik Edhi Sunarso serta karya Saptoto yang membuat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Selain itu ada pula karya-karya kelompok SR Jendela yang historis dan nilai ekonomisnya luar biasa.
Namun selama ini karya-karya seni berharga yang diberikan seniman pada TBY tersebut hanya disimpan di ruangan tertutup. Tidak ada perawatan tertentu dilakukan untuk menjaga kelembapan atau kebersihan ruangan.
Karenanya Mikke berharap Pemda DIY sebagai pemilik TBY bisa memiliki perhatian lebih dalam rangka menjaga kelestarian karya-karya seni yang sangat berharga tersebut. Diantaranya melalui museum yang representatif untuk menyimpan karya-karya seni luar biasa dalam perjalanan seni rupa di Yogyakarta.
"Harapannya sih segera ada museum seperti yang kita cita-citakan bersama, untuk karya-karya ini," tandasnya.
Sementara Kepala TBY, Purwiati, mengaku kesulitan melakukan perawatan karya-karya seni di TBY. Salah satnya dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa merawat koleksi dengan benar.
Baca Juga: Seniman Asal Bali di Balik Palu Unik KTT ASEAN di Labuan Bajo, Ini Sosoknya
"Kami hanya memiliki 20 ASN dan 11 tenaga bantu untuk mengampu berbagai hal termasuk perawatan koleksi seni yang ada. Saat ini kami memang tak mampu untuk perawatan. Kalau secara biaya tidak, karena Danais bisa untuk apa saja, terutama kemajuan kebudayaan, itu bisa. Tapi karena SDM kami kurang maka perlu kerjasama dengan berbagai pihak seperti kampus dan ahli di bidangnya untuk melakukan kerja-kerja seperti ini," tandasnya.
Untuk itu TBY mencoba menggelar pameran koleksi bertajuk "Kencan Nonton Wayang" pada 24 hingga 31 Mei 2023 mendatang. Berkolaborasi dengan Prodi S1 Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta, TBY menampilkan 60 karya seni rupa yang dibuat oleh seniman lintas jaman sejak tahun 70-an hingga 2000-an.
Pameran ini sebagai upaya menjembatani peran seniman di mata masyarakat, termasuk menaikkan pamor karya seni sebagai benda penting di arena publik. Melalui pameran koleksi yang kedua ini, diharapkan dapat menaikkan citra TBY, Pemda dan masyarakat DIY, hingga Indonesia di pentas atau pasar seni internasional
"Karya-karya penting yang disajikan ini telah sepadan dengan tontonan klasik seperti wayang. gamelan maupun jenis seni tradisi klasik lainnya. Tak salah bila kita harus meyakini bahwa karya- karya seni Indonesia telah dan akan terus menjadi bagian dari seni global," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja