SuaraJogja.id - Puluhan akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum 2045 menyerukan agar masyarakat tidak terpengaruh berbagai upaya adu domba yang dapat memicu perpecahan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Menyerukan seluruh rakyat Indonesia, warga masyarakat digital yang cerdas, dan kritis agar waspada, tidak terpengaruh ujaran kebencian, fitnah, berita palsu, atau berbagai upaya adu domba yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa," kata Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Majang Palupi saat membacakan sejumlah pokok seruan moral Forum 2045 di Museum Monumen Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Sabtu.
Melalui Pemilu 2024, lanjut Palupi, menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan demokrasi Pancasila dengan mengutamakan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan keteladanan dalam berkompetisi secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Forum 2045 mengajak seluruh tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik cendekia, intelektual organik, para aktivis, guru, dan mahasiswa untuk berperan aktif mencerdaskan kehidupan berbangsa.
"Termasuk, mengembangkan literasi demokrasi, memantau, dan mengawasi jalannya proses Pemilu 2024," ujar Palupi.
Organisasi keagamaan, organisasi masyarakat sipil, media masa, lembaga pendidikan, lembaga adat, dan komponen bangsa lainnya diajak turut serta menjadi pemandu nalar akal budi dan mewujudkan perilaku rakyat yang berdaulat dengan menyelenggarakan siar pendidikan politik, katanya.
"Semua itu agar rakyat bisa memilah dan memilih wakil rakyat maupun presiden dan wakil presiden yang berakhlak mulia dengan sifat- sifat jujur, dipercaya, bertanggung jawab, dan cerdas," kata dia.
Forum itu mendesak pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menaati konstitusi dan aturan yang berlaku dengan berintegritas tinggi, berlaku adil, serta bertindak cermat dalam melaksanakan seluruh proses dan tahapan Pemilu 2024.
Ketua Forum 2045 Untoro Hariadi yang juga akademisi Universitas Janabadra Yogyakarta menuturkan bahwa seruan moral itu berangkat dari keprihatinan para akademisi karena panggung politik yang sehat belum tampak menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Prabowo Subianto Makan Bareng Gibran di Solo Jumat Malam, Ini yang Dibicarakan
"Kami sangat prihatin karena panggung itu tidak ada, yang ada adalah adu kekuatan ujaran kebencian di beberapa tempat dan itu bagi kami tidak baik karena memberi keteladanan yang kurang baik bagi generasi anak-anak kita yang akan datang," kata dia.
Untoro meminta perpecahan dan pembelahan masyarakat yang pernah terjadi pada Pemilu 2019 tak berulang pada pesta demokrasi mendatang.
"Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan karena persatuan ini sangat mahal dan itu menjadi amanat para pendiri bangsa kita," ujar dia.
Ia memastikan Forum 2045 bakal terus melakukan kajian dengan menawarkan gagasan secara akademik tanpa membicarakan soal sosok yang bakal bertarung pada pemilu mendatang.
"Kami berharap Pemilu 2024 jangan sampai kualitasnya semakin menurun karena harga yang dibayar oleh rakyat terlalu mahal," ujar Untoro.
Berita Terkait
-
Viral Foto Lawas Molen Kasetra Suami Enzy Storia Acungkan Jari Tengah Usai Coblos Pemilu
-
Jhonny G Plate Tersangka Korupsi, DPD Nasdem Bekasi Tetap Optimis Anies Baswedan Bakal Jadi Presiden
-
Prabowo Subianto Makan Bareng Gibran di Solo Jumat Malam, Ini yang Dibicarakan
-
Ngelawar, Sarat Makna Kebersamaan di Rumah Kebangsaan Satyam Eva Jayate di Penatih
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta