SuaraJogja.id - Smartfren telah meluncurkan kartu perdana dan paket khusus untuk pelanggan yang hendak menunaikan Ibadah Umrah serta Haji di Tanah Suci. Menggunakan paket ini, pelanggan mendapatkan manfaat lebih besar dengan harga yang lebih kompetitif. Harapannya melalui paket ini pelanggan bisa dengan mudah mendapatkan layanan telekomunikasi terbaik dan koneksi internet yang lancar, tanpa harus mengubah nomor yang digunakan. Ibadah pun jadi lebih tenang serta nyaman.
Hermansyah Arifin, Chief Product & Services Strategy Smartfren mengatakan, “Smartfren merespon harapan pelanggan setianya dengan meluncurkan kartu perdana dan paket data khusus Umrah dan Haji. Melalui paket tersebut, pelanggan setia Smartfren dapat terus berkomunikasi dengan keluarga mereka yang berada di tanah air dengan kuota besar tapi harga lebih kompetitif dibandingkan paket serupa milik kompetitor di Indonesia maupun di Arab Saudi. Bersama Smartfren, ibadah Umrah dan Haji jadi lebih nyaman, silaturahmi semakin lancar.”
Kartu perdana Smartfren Umrah dan Haji sudah bisa didapatkan pelanggan mulai hari ini di Galeri Smartfren, website, aplikasi MySmartfren, Smartfren Official Store di tokopedia, shopee dan TikTok shop resmi Smartfren dengan harga mulai dari Rp299.000. Begitu mengaktifkan kartu perdana ini, pelanggan bisa menikmati total kuota data 12 GB (5 GB kuota utama + 5 GB kuota chat di Arab Saudi dan 2 GB kuota utama di Indonesia), dan masa aktif 14 hari sehingga cukup untuk menemani perjalanan Umrah. Dengan rentang harga yang sama, total kuota data paket ini lebih besar dibandingkan paket data menggunakan kartu perdana Arab Saudi yang hanya bisa dipakai di sana. Saat pulang ke Indonesia pun pelanggan Smartfren masih memiliki kuota yang dapat dipakai di tanah air, sehingga cukup menggunakan satu kartu perdana.
Selain itu, pelanggan Smartfren juga punya pilihan paket data Umrah dan Haji yang tak kalah menarik lewat aplikasi MySmartfren. Mulai dari Rp99.000, pelanggan bisa menikmati total kuota 2 GB (1 GB kuota utama +1 GB kuota chat di Arab Saudi) dengan masa aktif 7 hari; atau pilih manfaat lebih besar senilai Rp275.000 untuk menikmati total kuota 12 GB (5 GB kuota utama dan 5 GB kuota chat di Arab Saudi + 2 GB kuota utama di Indonesia), dengan masa aktif 14 hari.
Guna meningkatkan kenyamanan pelanggan, Smartfren juga akan merilis kartu perdana Umrah dan Haji ini dalam bentuk eSIM. Ini merupakan teknologi mutakhir yang membuat pelanggan bisa menikmati layanan telekomunikasi Smartfren secara digital, cukup dengan scan QR untuk aktivasi eSIM di smartphone yang mendukung fitur tersebut.
“Smartfren eSIM khusus untuk Umrah dan Haji ini akan bisa dinikmati pelanggan mulai pertengahan Juni 2023. Dengan menggunakan eSIM, pelanggan akan semakin mudah menikmati layanan telekomunikasi yang lebih optimal dan keamanan lebih baik, sehingga semakin tenang serta nyaman saat beribadah di Tanah Suci,” imbuh Hermansyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi