SuaraJogja.id - Silmy Karim, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, membuat perbandingan antara paspor dan Surat Izin Mengemudi (SIM), hal itu untuk menanggapi pernyataan seorang anggota DPR RI mengenai keterlibatan petugas imigrasi dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Silmy mengatakan bahwa ada perumpamaan yang tepat, ketika seseorang mengalami kecelakaan saat mengemudi mobil, mereka memiliki SIM, namun kesalahan dalam kecelakaan tersebut bukanlah pada penerbit SIM.
Begitu juga dengan paspor, ketika disalahgunakan, terutama saat ini dengan masa berlaku paspor selama 10 tahun, tanggung jawab prosedural mungkin telah dipenuhi pada saat penerbitan awal. Namun perjalanan selanjutnya pada tahun kelima atau kesepuluh tidak melibatkan tingkat pengawasan yang sama proseduralnya.
"Jadi tidak adil rasanya untuk menyalahkan petugas imigrasi yang menangkap kasus-kasus tersebut," ujar Silmy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/6/2023).
Baca Juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan TPPO di Kulon Progo
Silmy meminta dukungan dari anggota DPR RI untuk mengatasi masalah ini dengan proporsional, sehingga petugas imigrasi yang bertugas pada pelayanan paspor dan pemeriksaan imigrasi dapat bekerja dengan lebih percaya diri ke depannya.
Ia tak menampik bahwa timnya penuh kekhawatiran saat menerbitkan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI). Hal itu diyakini dapat menghambat semangat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Silmy tidak menyangkal bahwa 90 persen korban TPPO di luar negeri adalah wanita pekerja migran Indonesia. Oleh sebab itu, ia memberikan instruksi kepada jajarannya agar lebih tegas dalam memberikan paspor kepada calon pekerja migran Indonesia.
"Kami bahkan telah mengeluarkan larangan di daerah kami, khususnya bagi wanita, karena wanita adalah kelompok yang paling banyak dieksploitasi di luar negeri. Kami melarang mereka yang berusia 17-45 tahun, dan jika profil mereka tidak jelas, kami langsung menolak permohonan paspor mereka. Bahkan kami sedang mempertimbangkan larangan hingga 5 tahun agar mereka tidak boleh membuat paspor," jelas Silmy.
Dirjen Imigrasi juga menyampaikan bahwa petugas imigrasi telah berhasil mencegah 10.138 calon pekerja migran Indonesia nonprosedural yang akan berangkat ke luar negeri sepanjang Tahun 2023.
Baca Juga: Polda Sumbar Ungkap 11 Kasus TPPO, PMI Ilegal di Malaysia hingga Eksploitasi Seksual
Penolakan keberangkatan tersebut dilakukan di lokasi pemeriksaan Imigrasi di bandara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas.
Berita Terkait
-
Pekerja Indonesia Disarankan Tak ke Myanmar, Kamboja dan Thailand: Rawan TPPO!
-
Berhasil Pulangkan Ratusan WNI Korban Eksploitasi, Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas TPPO
-
16 Tips Penting agar Terhindar dari Jerat TPPO, Calon Pekerja Migran Wajib Tahu
-
Disiksa, WNI Korban TPPO Sindikat Scammer di Myanmar Terbanyak Asal Sumut, Segini Totalnya!
-
Ekspresi Bahagia WNI Korban TPPO Usai Pulang ke Indonesia
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik