SuaraJogja.id - Forum Bela Budaya Adat dan Tradisi Nusantara (FBBATN) mengecam keras pernikahan dua anjing bernama Jojo dan Luna di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, pada Sabtu (15/07/2023) lalu. Pesta pernikahan itu disorot usai menggunakan adat Jawa dalam pelaksanaannya.
"Apa yang terjadi itu (pernikahan anjing) adalah merupakan sebuah penistaan, sebuah pelecehan, sebuah penghinaan, kepada adat tradisi budaya bangsa, utamanya Jawa, khususnya DIY karena dalam acara tersebut terlihat memakai gagrak atau gaya Yogyakarta, itu begitu menyakitkan," kata Ketua Umum Forum Bela Budaya Adat dan Tradisi Nusantara Gede Mahesa, ditemui di DPRD DIY, Jumat (21/7/2023).
Ada lima poin petisi atau tuntutan yang disampaikan FBBATN kepada peristiwa tersebut. Pertama mengecam keras kejadian perkawinan anjing yang dinilai sebagai tidakan pelecehan, penghinaan dan penistaan terhadap adat tradisi budaya Jawa
Kedua mendesak kepolisian agar menindak pelaku dan penyebar konten perkawinan anjing serta event organizer sebagai pelaksana. Ketiga meminta pada semua pihak yang menyebarkan agar segera mentakedown tayangan terkait.
Keempat yakni mendesak untuk memecat staf khusus presiden yang terlibat dalam acara tersebut. Sebab dianggap tidak berbudaya usai kejadian itu.
Kelima yakni membuat ruwatan sengkala sebagai bentuk permintaan maaf. Mengingat permintaan maaf itu baru dilakukan lewat media sosial saja.
FBBATN dalam ini meliputi Forum Budaya Jawa-Bali, PKM, Asosiasi Seni Pertunjukan Nusantara (ASITANTRA), Paguyuban Seni Tradisi DIY (PASRI), Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (FORKOM PRANA) dan Sanggar Seni Budaya Rajawali Mas, bersepakat untuk membuat somasi, petisi serta langkah hukum atas kejadian tersebut.
Ketua Bidang Kebudayaan Adat dan Tradisi Nusantara, Forkom Prana, Tito Pangesti Aji menambahkan dalam waktu dekat bersama-sama mereka akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum. Hal itu guna memberikan efek jera kepada setiap pihak yang terlibat.
"Kita bicara bagaimana tata cara mengucapkan minta maaf bukan hanya ngomong di medsos, siapapun bisa melakukan itu yang penting ada efek jera," tegas Tito.
Baca Juga: Minta Maaf ke Umat Katolik, Nena Jelaskan Pemberkatan Pernikahan Anjing Jojo dan Luna
"Jadi ini kita sampaikan tetap setelah somasi, hari senin atau selasa akan kami lapor ke polisi. Ya terkait penistaan budaya, pelecehan budaya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Penyelenggara Pernikahan Anjing Pakai Adat Jawa Akhirnya Minta Maaf, Tuai Pro Kontra
-
Viral Pernikahan Anjing Kenakan Pakaian Adat Jawa, Disbud DIY: Kami Keberatan
-
Dua 'Pencemaran' Dituduhkan ke Pemilik Anjing Jojo dan Luna, Pernikahan Lecehkan Agama dan Adat?
-
Minta Maaf ke Umat Katolik, Nena Jelaskan Pemberkatan Pernikahan Anjing Jojo dan Luna
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Bantul Siaga! Puncak Musim Hujan 2026 Ancam Bencana Cuaca Ekstrem
-
Berkinerja Positif, BRI Raih 10 Prestasi Terbaik di Sepanjang Tahun 2025
-
Waspada! Ini 3 Titik Kemacetan Paling Parah di Yogyakarta Saat Malam Tahun Baru
-
Lestarikan Warisan Budaya Jawa, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Jampi Pawukon bagi Para Tamu
-
Jogja Jadi Tourist Darling, Pujian Bertebaran di Medsos hingga Kunjungan Destinasi Merata