SuaraJogja.id - Tampak tak ada yang berbeda di dalam kompleks Makam Gambiran yang terletak di Jalan Gambir Sawit, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Namun jika menelusuri secara seksama ada sebuah petunjuk arah yang bertuliskan makam pahlawan nasional Raden Mas (RM) Suryopranoto.
Lantas siapa sebenarnya sosok RM Suryopranoto tersebut? Jika memang pahlawan nasional kenapa makamnya justru berada di tempat pemakaman umum dan tidak di Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta?
Namanya mungkin tak setenar Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Namun RM Suryopranoto memiliki perjuangannya sendiri dalam memajukan bangsa Indonesia kala itu.
Suryopranoto merupakan seorang bangsawan Pakualaman, putra pertama dari KPH. Suryaningrat (putra Paku Alam III) yang lahir pada 11 Agustus 1875 dengan nama kecil RM. Iskandar. Ia merupakan kakak kandung dari Ki Hajar Dewantara.
Terlahir sebagai bangsawan RM Suryopranoto berkesempatan menempuh pendidikan formal di sekolah rendah Eropa atau Europeesche Lagere School (ELS). Lulus dari ELS, ia kemudian meneruskan ke Klien Ambtenaren Cursus (Kursus Pegawai Rendah). Hingga akhirnya lulus diterima dan diterima sebagai pegawai pemerintah kolonial.
Sebagai keturunan penguasa, Suryopranoto tak lantas duduk santai menikmati kehidupannya. Ia memilih untuk berjuang membela hak-hak rakyat kecil terutama kaum buruh. Puncaknya adalah ketika ia berurusan dengan pemerintah kolonial Belanda pada 1914.
Tepatnya ketika Suryopranoto mulai protes akibat banyaknya pegawai pribumi yang dipecat secara sepihak oleh pemerintah kolonial akibat bergabung dengan Sarekat Islam. Suryopranoto yang diseret ke pengadilan, nekat merobek ijazahnya dan memilih keluar dari pekerjaannya.
Sejumlah organisasi buruh dibentuknya setelah itu di antaranya Adhi Dharma, Prawiro Pandojo Ing Joedo, hingga Personeel Fabrieks Bond (PFB). Dia juga aktif dalam Sarekat Islam.
Pendirian teguh RM Suryopranoto membuatnya lantas dijuluki sebagai Raja Mogok. Setelah memimpin para buruh melangsungkan aksi mogok kerja dalam memprotes pemerintah kolonial Belanda waktu itu.
Baca Juga: Menyusuri Rumah Sukarni di Jogja: Tempat Diskusi Adam Malik dan Tan Malaka hingga Diserang Bom
“Sepengetahuan saya bapak RM Suryopranoto itu dulu sebagai pahlawan kaum buruh,” kata Rondiyatni (52), pengurus makam pahlawan RM Suryopranoto ditemui beberapa waktu lalu.
Rondiyatni sendiri merupakan penjaga makam RM Suryopranoto generasi ketiga.
“Simbah dulu ditunjuk langsung sama Bapak Suryopranoto sendiri. Pesan atau welingnya kalau bisa anak cucu jadi penerus (jaga makam),” imbuhnya.
Makam RM Suryopranoto memang berada dalam satu lingkungan makam umum Gambiran. Posisinya berada di sudut utara makam tersebut dengan membentuk satu kompleks sendiri.
Dijelaskan Rondiyatni, makam RM Suryopranoto tidak sendirian di sana. Melainkan ada beberapa keluarganya yang juga ditempatkan di kompleks tersebut. Mulai dari sang istri, lima anaknya, adik ipar hingga beberapa cucunya. Sedangkan beberapa anaknya dimakamkan di Jakarta.
“Ini sebelum bapak Suryopranoto meninggal itu kata simbah dulu, membeli tanah trah sokolanggen buat memakamkan istrinya. Sekitar tahun 1950-an. Iya yang meninggal istrinya dulu. Terus selang berapa tahun menyusul bapak Suryopranoto. Delapan putra putri, sudah meninggal semua. Tinggal cucu,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik, APBN Masih Kuat Menahan Tekanan
-
Tak Perlu Bingung Cari Parkir di Kota Jogja, Wisatawan Kini Bisa Cek Secara Real-Time Lewat HP
-
BRI Ramadan 1447 Hijriah Salurkan 279.541 Sembako, 5.500 Paket Sekolah, 8.500 Anak Yatim
-
7 Titik Macet Jalur Jakarta - Jogja via Selatan Saat Mudik Lebaran 2026
-
Perkuat Usulan Pahlawan Nasional, Buku Sultan HB II Pembela Tradisi dan Kekuasaan Jawa Diluncurkan