- Sebanyak 23,14 persen dari total 699,5 km jalan kabupaten di Sleman berkategori tidak mantap berdasarkan survei tahun 2024.
- Pemkab Sleman fokus perbaikan jalan rusak jelang Nataru meliputi jalur mudik, wisata, dan area terdampak Proyek Strategis Nasional.
- Penanganan kerusakan jalan dilakukan bertahap hingga 2029 dengan optimalisasi anggaran rutin tanpa pos tambahan khusus.
SuaraJogja.id - Ratusan kilometer jalan di Kabupaten Sleman masuk dalam kategori rusak ringan hingga berat. Saat ini Pemkab Sleman tengah melakukan percepatan penanganan, terutama jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Melansir data dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, hasil survei kondisi jalan tahun 2024 menunjukkan bahwa masih ada ada 23,14 persen yang masuk kategori tidak mantap.
Prosentase itu terdiri dari 150,60 kilometer atau 21,53 persen jalan yang masuk kategori rusak ringan. Sedangkan 11,25 km atau 1,61 persen kategori rusak berat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf menuturkan bahwa total panjang jalan kabupaten mencapai 699,5 kilometer. Saat ini pihaknya tengah berfokus untuk pemeliharaan dan perbaikan untuk sejumlah ruas jalan rusak tersebut.
Fokusnya pada jalur utama mudik, jalan wisata, serta ruas-ruas yang terdampak proyek strategis nasional (PSN).
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf, mengatakan pihaknya melakukan percepatan pemeliharaan dan perbaikan harian untuk mengejar masa libur panjang Nataru.
"Untuk (persiapan) Nataru kita proses terus. Jadi ruas-ruas yang hasil survei yang perlu segera kita tangani, kita tangani dulu, yang lalu lintas tinggi, sebagian untuk jalur utama mudik, ke tempat wisata, kita tangani dulu," kata Fauzan, Kamis (11/12/2025).
Diakui Fauzan, sejumlah ruas yang masuk kategori tidak mantap juga berada di sekitar dua proyek PSN yakni Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Aktivitas konstruksi di dua koridor ini ikut memberi tekanan pada jalan kabupaten yang menjadi akses mobilitas alat berat. Fauzan merinci lokasi kerusakan yang terdampak proyek tol tersebar di beberapa titik di Sleman.
Baca Juga: Peduli Satwa Dilindungi, Bocah Sleman Serahkan Trenggiling Temuan ke BKSDA Yogyakarta
"Banyak yang akses dari Cebongan, Sanggrahan itu, kemudian di barat, Godean, lalu Pundong ke selatan itu akses tol, kemudian Jalan Cangkringan yang Kalasan," ungkapnya.
Total kerusakan akibat dampak aktivitas PSN disebutkan mencapai sekitar tujuh kilometer. Meski masuk kategori rusak ringan, perbaikan dilakukan terus-menerus sebab kondisi jalan kerap mengalami lubang dan retak.
Koordinasi perbaikan pun dilakukan Pemkab Sleman kepada kontraktor tol.
Terkait anggaran, Fauzan bilang bahwa penanganan jelang Nataru tidak memiliki pos tambahan khusus. Pekerjaan dilakukan dengan memaksimalkan anggaran rutin yang tersedia.
"Tidak ada anggaran khusus, ikut anggaran yang saat ini ada. Optimalisasi dengan anggaran yang terbatas," ujarnya.
Adapun rencana perbaikan ratusan kilometer jalan di Bumi Sembada itu akan dilakukan bertahap hingga 2029 mendatang. Setidaknya anggaran total yang dibutuhkan untuk perbaikan mencapai Rp672 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa
-
Sri Purnomo Dituntut 8,5 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Longsor hingga Banjir di Sleman: Ini Lokasi Rawan Bencana yang Harus Dihindari Pemudik
-
Hasil Operasi Pekat Progo: Polda DIY Ringkus 65 Tersangka, Sita Ribuan Miras hingga Amankan Mucikari