- Dishub Sleman memeriksa 1.018 armada jip wisata Kaliurang sepanjang 2025 untuk memastikan keselamatan operasional.
- Sebanyak 52 kendaraan didapati memerlukan perbaikan karena kerusakan, terutama pada sistem pengereman yang krusial.
- Kendaraan tidak laik jalan dicegah mengangkut wisatawan hingga perbaikan tuntas, tanpa ada insiden kecelakaan tercatat.
SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memperketat pengawasan terhadap layanan wisata, termasuk armada jip wisata di kawasan Kaliurang. Dari seribu lebih armada jip yang diperiksa sepanjang 2025, puluhan masih masuk dalam daftar perbaikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Heri Kuntadi, menuturkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi berada dalam kondisi aman.
Mengingat jalur wisata lereng Merapi tepatnya di Kaliurang memiliki kontur naik-turun yang cukup berisiko.
Dalam proses pemeriksaan tersebut, Dishub mendapati sejumlah kendaraan tidak lolos uji laik jalan. Dari total 1.018 armada yang diperiksa, mayoritas dinyatakan laik beroperasi.
"Jadi ada dari 1.018 kendaraan, kendaraan dapat beroperasi itu 945 kendaraan jip. Kemudian dalam perbaikan 52 kendaraan, yang belum dapat beroperasi itu 21 kendaraan," ungkap Heri ditemui, Kamis (11/12/2025).
Salah satu unsur kerusakan yang kerap ditemui pada jip adalah rem yang tak memenuhi standar. Padahal rem menjadi komponen paling krusial dalam medan tanjakan dan turunan seperti di Kaliurang.
"Ini menjadi hal yang urgent (penting) dalam proses, jalurnya kan jalur naik-turun, ya. Kalau rem tidak berfungsi dengan baik, ya kita tidak akan izinkan untuk beroperasi," tegasnya.
Pihaknya memastikan kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan tidak akan diizinkan mengangkut wisatawan hingga perbaikan dilakukan. Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lapangan.
Pemberian tanpa pada jip yang sudah lolos uji kelaikan dan yang belum pun dilakukan untuk mempermudah identifikasi.
Baca Juga: Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Yogya Soroti Kerentanan Kawasan Wisata
Terkait jalur wisata jip Merapi, Heri mengatakan Dishub belum melakukan pengecekan khusus terhadap trek tersebut. Ia bilang bahwa survei yang dilakukan baru difokuskan pada jalur-jalur yang digunakan untuk arus mudik.
Berdasarkan pantauan tahun 2025, Heri menyebut tidak ada insiden kecelakaan yang tercatat dari aktivitas wisata jip Merapi.
"Kalau kecelakaan jip dari yang kami pantau di tahun 2025 ini kosong, ya," tandasnya.
Dishub Sleman menegaskan pengawasan akan terus dilakukan, terutama pada kendaraan yang sebelumnya dinyatakan belum laik beroperasi.
Terlebih menyambut momen Natal dan Tahun Baru yang sudah di depan mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha