SuaraJogja.id - Polresta Sleman masih mengusut kasus perusakan dan penganiayaan yang terjadi di SPBU Medari, Jl. Raya Magelang, Kemloko, Caturharjo, Tempel, Sleman, pada Kamis (7/9/2023) kemarin. Sejumlah saksi telah diperiksa terkait peristiwa tersebut.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan hingga saat ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa. Sementara ini penyelidikan terus dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak lain.
Selain memeriksa lima orang saksi dalam kasus ini, disampaikan Ardi, pihaknya juga mengumpulkan barang bukti lain di sekitar lokasi. Termasuk mengumpulkan rekaman cctv yang ada saat kejadian.
"Kami juga sudah mengumpulkan cctv, kemudian keterangan dari operator juga sudah kita ambil. Biar dalam waktu dekat akan kita sampaikan kembali jika sudah ada perkembangan," kata Ardi saat dikonfirmasi, Selasa (12/9/2023).
Meskipun belum bisa mengidentifikasi secara detail, Ardi mengungkapkan bahwa terduga pelaku yang sempat terekam cctv ada 2-3 orang. Hal ini masih akan ditindaklanjuti untuk memastikan siapa orang yang diduga melakukan aksi tersebut.Sementara itu, persoalan ini dugaan sementara dipicu oleh adanya kesalahpahaman. Dalam hal ini adalah kesalahpahaman tidak dilayani dalam proses pembelian bahan bakar.
"Nah, mungkin dari pihak konsumen dalam hal ini terduga pelaku itu merasa kecewa. Sehingga menimbulkan kemarahan. Konsumen itu merupakan pengemudi truk," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, belasan orang tidak dikenal memukul petugas dan merusak fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.555.04, Jl. Raya Magelang, Kemloko, Caturharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (7/9) sekitar pukul 2 dini hari.
"Dari laporan yang kami terima, aksi yang dilakukan oleh belasan orang ini tidak hanya menganiaya satu pengawas dan dua operator tetapi juga melakukan perusakan fasilitas SPBU yaitu closed circuit television (CCTV) atau kamera pengawas, fasilitas kantor dan sejumlah dokumen SPBU. Adapun pihak SPBU telah berkoordinasi dengan kepolisian dan saat ini kejadian ini sedang ditangani Polresta Sleman," ungkap Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho dalam keterangan persnya di Semarang, Jumat (8/9/2023).
Juru bicara PT Pertamina Patra Niaga tersebut mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga dipicu dengan adanya pihak yang kecewa atas pelaporan transaksi pembelian Biosolar subsidi yang tidak wajar di SPBU di mana sejumlah kendaraan roda empat yang dipakai untuk bertransaksi tersebut diblokir nomor polisinya secara sistem di microsite Subsidi Tepat MyPertamina.
Brasto mengungkapkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga dapat memblokir nomor polisi kendaraan yang dicurigai melangsir atau melakukan transaksi pembelian BBM bersubsidi jenis BBM Biosolar subsidi secara mencurigakan. Setelah diblokir, kendaraan tersebut tidak dapat mengisi BBM di seluruh SPBU Pertamina karena sistem Subsidi Tepat MyPertamina telah terintegrasi secara nasional.
Baca Juga: Selebrasi Tutup Mulut Hokky Caraka Tuai Pro Kontra, PSS Sleman Sampikan Pesan Berkelas
"Kami mengapresiasi SPBU yang telah aktif melaporkan nomor polisi kendaraan yang disinyalir melakukan pelangsiran atau penyalahgunaan BBM subsidi," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kronologi Pemuda Nekat Tusuk Juru Parkir di Sleman, Tak Terima Ditegur?
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial