SuaraJogja.id - Stock split saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) dipastikan akan dilakukan usai usulan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB )pada tanggal 19 September 2023.
Dengan rasio stock split saham yakni 1:2, jumlah saham BBNI nantinya akan menjadi 37.297.312.916 lembar. Rincian stock split mencakup saham seri A Dwiwarna yang memiliki nominal Rp7.500 akan menjadi Rp3.750, saham Seri B dari Rp7.500 menjadi Rp3.750, dan saham Seri C dari Rp375 akan menjadi Rp187,50.
Pelaksanaan stock split dijadwalkan sebagai berikut: akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di seluruh pasar pada 5 Oktober 2023, mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Oktober 2023, serta mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai pada 10 Oktober 2023.
Pada perdagangan hari Jumat (29/9/2023) lalu, saham BBNI mengalami kenaikan sebesar 200 poin atau sekitar 2%, mencapai Rp 10.325 per saham.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berdiri pada tanggal 5 Juli 1946 di Indonesia sebagai Bank Sentral. Kemudian, pada tahun 1968, BNI diubah namanya menjadi “Bank Negara Indonesia 1946” dan statusnya berubah menjadi Bank Umum yang dimiliki oleh Negara. Kantor pusat Bank BNI terletak di Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 – Indonesia.
Bank BNI memiliki jaringan yang terdiri dari 195 kantor cabang, 1.097 kantor layanan, dan 874 outlet lainnya. Selain itu, Bank BNI juga memiliki lima kantor cabang di luar negeri, yaitu Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, dan Seoul, serta satu kantor perwakilan di New York.
Saat ini, Negara Republik Indonesia adalah pemegang saham utama Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan kepemilikan sebesar 60,00% dari total saham.
Bank BNI, sesuai dengan Anggaran Dasarnya, bergerak di bidang perbankan, termasuk kegiatan berbasis prinsip syariah melalui anak perusahaannya. Selain itu, Bank BNI juga terlibat dalam kegiatan di luar sektor perbankan melalui anak usahanya, seperti asuransi jiwa, pembiayaan, sekuritas, dan jasa keuangan.
Pada tanggal 28 Oktober 1996, BBNI mendapatkan persetujuan resmi dari Bapepam-LK untuk meluncurkan Penawaran Umum Perdana Saham BBNI (IPO) Seri B kepada masyarakat sejumlah 1.085.032.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga penawaran Rp850,- per saham. Saham-saham tersebut resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 November 1996.
Baca Juga: Indika Energy (INDY) Buka Opsi Bawa Ilectra Motor Group IPO
Berita Terkait
-
Emiten SRAJ Incar Pendapatan Rp2,4 Triliun Meski Dibayangi Rugi Awal 2023
-
10 Emiten yang Resmi Investasi di IKN, Saham Auto Ngegas?
-
Bursa Karbon Hadir, IHSG Justru Ditutup Anjlok 1% lebih Sore Ini
-
Perusahaan Kumpulkan Rp49,4 triliun dari IPO Sepanjang Tahun 2023
-
Indika Energy (INDY) Buka Opsi Bawa Ilectra Motor Group IPO
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
-
Kekerasan Seksual dan Bullying Makin Mengkhawatirkan, Belum Semua Kampus di DIY Punya Satgas
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight