SuaraJogja.id - Sekelompok monyet di kawasan lereng Gunung Merapi dikabarkan mulai turun menuju ke salah satu desa di Kabupaten Sleman. Informasi ini sampat dibagikan warga melalui media sosial.
Berdasarkan narasi yang disampaikan, sekelompok monyet itu turun hingga ke wilayah Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Namun belum diketahui secara pasti asal dari monyet-monyet tersebut.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menyebut belum ada laporan terkait peristiwa munculnya monyet di kawasan Wukirsari itu.
Belum [ada laporan]. Sering kalau Wukirsari [monyet turun]. Enggak tau tapi monyet dari mana," kata Bambang, saat dihubungi, Selasa (10/10/2023).
Disampaikan Bambang, sekelompok monyet yang terlihat warga itu belum tentu berasal dari kawasan Gunung Merapi. Kemungkinan malah berasal dari peliharaan yang lepas.
Pasalnya kemunculan monyet di sejumlah wilayah di Sleman sudah beberapa kali ditemukan. Bahkan tak hanya di sekitar lereng Gunung Merapi saja.
"Belum tentu [dari Gunung Merapi]. Lima bulan yang lalu di Godean juga ada, dua kali itu muncul, dicari teman-teman tidak ketemu. Muncul lagi dua minggu. Bogem, Kalasan, juga ada dua kali di warung," ungkapnya.
Namun, diakui Bambang, pihaknya belum dapat memastikan monyet yang berkeliaran itu adalah peliharaan yang lepas atau memang monyet liar.
"Itu dulu [monyet peliharaan] lepas. Dulu loh ya, kalau sekarang enggak tahu, belum ada info," terangnya.
Baca Juga: Sekelompok Monyet Dilaporkan Turun dari Lereng Gunung Merapi, Begini Penjelasan TNGM
Kendati demikian, ia menyebut belum lama ini sempat melihat kawanan monyet turun untuk mencari makan. Tepatnya di sekitar salah satu sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
"Sebulan lalu di Kali Kuning, itu banyak di sana [monyet] cari minum. Pas 17-an Agustus di Pangukrejo. Itu banyak monyet pada minum mungkin di atas sudah habis atau gimana," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta