SuaraJogja.id - Menandai tiga dekade berdiri, grup band asal Yogyakarta, Jikustik menyiapkan kejutan baru. Band ini menyiapkan mini album baru 'Back 4 Good'.
Salah satu isi mini album tersebut adalah remake lagu 'Pujaan Hatiku. Lagu yang pernah dirilis 10 tahun lalu itu akan menjadi single ketiga dari mini album dengan judul baru 'Pujaan Hatiku (Alter Version)'
"Pujaan hati pertama kali dirilis ke publik pada tahun 2013," ujar Adhitya Bagaskara, pencipta lagu sekaligus keyboardist Jikustik, dikutip Jumat (13/10/2023).
Menurut Adit, lagu itu menjadi salah satu karya monumental era kedua Jikustik setelah era vokalis Pongki Barata. Yang membuat 'Pujaan Hatiku' begitu istimewa bagi Jikustik adalah keberadaan beberapa part cengkok melayu dalam lagu tersebut.
Lagu itu membuatnya sangat berbeda dari karya-karya Jikustik sebelumnya. Bahkan lagu itu sempat akan dinyanyikan salah seorang penyanyi dangdut.
"Ada cerita menarik yang belum diketahui oleh para penggemar karya Jikustik. Ketika lagu pujaan hatiku selesai saya ciptakan, pernah ada rencana untuk dinyanyikan oleh seorang penyanyi dangdut yang sangat dikenal di kalangan pecinta musik Indonesia," jelasnya.
Karenanya Adit pun antusias melakukan remake lagu itu kembali judul 'Pujaan Hatiku (Alter Version)'. Pemberian judul 'Alter Version' tidak hanya menunjukkan makna sebagai Versi Alternatif, tetapi juga memiliki signifikansi khusus bagi Jikustik yang memasuki era ketiga pada tahun 2023.
Proses kreatif dalam menciptakan lagu 'Pujaan Hatiku (Alter Version)' melalui serangkaian ide kreatif yang memakan waktu, sebab karya ini sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya yang dikenal dengan melodi dan lirik yang kuat. Keberadaan Icha Aji, yang kini menjadi vokalis utama Jikustik, akhirnya berhasil mengembalikan karya monumental ini ke akar musik Jikustik dari 27 tahun yang lalu.
"Sebagai pencipta lagu, proses menciptakan aransemen dan gaya penyampaian baru dalam lagu ini begitu memuaskan karena kini lagu ini memiliki nuansa yang sangat berbeda. Saya hampir saja lupa bahwa lagu ini adalah hasil dari karya yang sama dengan yang saya ciptakan 10 tahun lalu," jelasnya.
Baca Juga: Ariel NOAH Ungkap Alasan Andika Dikeluarkan dari Peterpan, Sudah Ada Masalah Sejak Album Pertama
Sementara Carlo, pemain drum dari Jikustik mengaku, lagu ‘Pujaan Hatiku (Alter Version)’ memiliki makna mendalam bagi setiap anggota Jikustik. Seiring dengan usia 27 tahun di industri musik dan memasuki era ketiga perjalanan panjang Jikustik, hubungan di antara anggota band mengalir begitu alami.
Karya yang dihasilkan bukan hanya tentang rekayasa musikalitas semata, Namun juga tentang kenyamanan berkarya bersama dalam sebuah keluarga.
"Semangat kami dalam lagu ini seakan membawa saya kembali ke tahun 1996, di mana mimpi-mimpi kami sebagai musisi berada di puncak tertinggi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta
-
Maling Anjing di Lereng Merapi Sleman Menyerahkan Diri, Kasus Berakhir Damai di Polsek
-
Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup, KAFI Jogja Pecat Dwi Pilihanto
-
Senyum Lebar Pariwisata Sleman di Libur Nataru, Uang Rp362 Miliar Berputar dalam Dua Pekan
-
Indonesia Raih Prestasi di SEA Games 2025: BRI Pastikan Penyaluran Bonus Atlet Berjalan Optimal