SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan Bhumandala tahun 2023 dari Badan Informasi Geospasial (BIG) atas inovasi pemanfaatan informasi geospasial dalam bentuk Aplikasi Informasi Kebencanaan atau Simantab.
"Penghargaan yang diraih BPBD Sleman ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memberikan pelayanan terbaik dan mempermudah masyarakat dalam menghimpun informasi, khususnya terkait kebencanaan," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam pesan tertulis yang diterima di Sleman, Selasa.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Infrastruktur BIG Ibnu Sofyan kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kegiatan Bhumandala Award 2023 di Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (6/11).
Kustini berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi BPBD Sleman dan seluruh instansi Pemkab Sleman untuk terus melakukan inovasi-inovasi sebagai upaya memajukan Kabupaten Sleman.
Sebelumnya inovasi Simantab BPBD Sleman ini telah melalui tahap penjurian bersama 70 inovasi lain yang diajukan oleh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
Setelah dilakukan penilaian tahap I oleh dewan juri pada 7 September 2023, terpilih enam finalis untuk setiap kategori kementerian/lembaga, provinsi, dan kabupaten/ kota.
Inovasi Simantab menjadi salah satu dari enam finalis terbaik dari hasil penilaian tahap pertama dan Sleman berhasil mendapatkan penghargaan Bhumandala Ariti (Medali Perunggu) untuk kategori kabupaten.
Ketua Penyelenggara Bhumandala Award 2023 Sumaryono mengatakan pemberian penghargaan Bhumandala bagi inovasi pemanfaatan informasi geospasial ini sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah, yang berkontribusi dalam pemanfaatan informasi geospasial.
"Sebagai apresiasi, penghargaan Bhumandala ini juga dimaksudkan sebagai kampanye secara masif pemanfaatan informasi geospasial," kata Sumaryono yang juga merupakan Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (SKIG).
Berita Terkait
-
Dakwaan Jaksa: Dana Hibah Pariwisata Sleman Diduga Jadi 'Bensin' Politik Dinasti Sri Purnomo
-
Dari Jepara ke Sleman: Jejak Langkah Kustini Sri Purnomo, Srikandi Pertama di Puncak Kepemimpinan
-
Kustini Sri Purnomo
-
Antisipasi Penyebaran Antraks Meluas, Kementerian Pertanian RI Lakukan Vaksinasi di Gayamharjo Prambanan Sleman
-
Adu Kaya Erina Gudono dan Bupati Sleman Petahana, Yakin Istri Kaesang Bisa 'Gulingkan' Kustini Sri Purnomo?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri