SuaraJogja.id - Setelah menyelesaikan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berproses untuk menambah lagi TPST di wilayahnya. Setidaknya ada dua TPST lagi yang ditargetkan dapat diselesaikan pembangunannya pada 2024 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Epiphana Kristiyani menuturkan dua TPST yang tengah dibangun itu yakni TPST Sendangsari di Minggir dan satu di wilayah Sleman tengah yakni Caturharjo. Terdekat TPST Minggir yang ditarget segera beroperasi menyusul TPST Tamanmartani.
"Total 3 TPST yang kita rancang sampai 2024," kata Epiphana, Sabtu (23/12/2023).
TPST Sendangsari di Minggir sendiri, kata Epi diharapkan dapat menjalani uji coba pada awal tahun depan. Guna melihat keseluruhan kesiapan dan diproyeksikan beroperasi pada Februari 2024.
TPST Minggir sendiri diproyeksikan akan mampu mengolah sampah sekitar 50 - 60 ton perhari menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) atau sebagai bahan bakar pabrik semen. Dengan luas wilayah yang dimanfaatkan sekitar 7.000 meter persegi.
"TPST Minggir harapannya pertengahan Januari sudah bisa kita commissioning, uji coba. Harapannya ya mungkin di bulan Februari, kita berupaya agar TPST ini sudah bisa beroperasi," ujarnya.
Sementara itu untuk TPST yang berada di kawasan Sleman tengah yakni Caturharjo masih dalam proses pengajuan perizinan kepada Gubernur DIY. Mengingat dua TPST itu juga akan memanfaatkan tanah kas desa (TKD).
"Selain itu kami direncanakan di [Sleman] tengah, kami sedang berupaya izin Gubernur dan sebagainya, karena kami tidak akan berani membangun kalau izin Gubernur belum turun," tuturnya.
Diketahui saat ini Sleman telah resmi memiliki satu TPST yang berada di Tamanmartani, Kalasan. Dengan target menambah dua TPST lagi pada 2024, pihaknya optimis dapat menyelesaikan permasalahan sampah di Bumi Sembada.
Baca Juga: Pemkab Sleman Resmikan TPST Tamanmartani, Mampu Kelola Sampah 90 Ton Perhari
"Ya ini kita rancang, saya pikir dapat menyelesaikan 200 ton sampah itu," ucapnya.
Kendati demikian Epi meminta masyarakat untuk tetap peduli dengan persoalan sampah di lingkungannya. Termasuk melakukan pemilahan dan pengolahan secara mandiri.
Mengingat jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1,1 juta orang masih ditambah dengan kehadiran para mahasiswa yang mencapai 200-300 ribu orang. Oleh sebab itu partisipasi masyarakat penting untuk terus dilakukan.
"Apapaun yang terjadi, kita berupaya memenuhi sarana dan prasarana. Oke pemerintah bertanggungjawab tapi kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi, mengurangi, memilah sampah," cetusnya.
"Data kita dengan masyarakat berpartisipasi lewat surat edaran bupati itu sampah bisa turun sampai 100 ton per hari, dulu kan 330 ton. Jadi ya kita tekan-tekan melalui aturan, partisipasi masyarakat, sementara pemerintah mengadakan sarana dan prasarana. Harapannya nanti betul-betul sampah di Sleman bisa diatasi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya
-
Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar