SuaraJogja.id - Raffi Ahmad berencana membangun beach club di kawasan Pantai Krakal, Kabupaten Gunungkidul. Namun ternyata kabar tentang investasi Sultan Andara ini memang belum diketahui langsung oleh warga sekitar. Karena warga sekitar sama sekali belum diberikan sosialisasi perihal rencana tersebut.
Bahkan dalam acara ground breaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Raffi Ahmad ternyata pemangku wilayah setempat tidak diundang dalam kegiatan tersebut. Sehingga warga sekitar menganggap baru sebagai kabar yang menjadi bahan obrolan di warung angkringan sembari menenggak kopi.
Adalah Subino, Dukuh Bruno II Kalurahan Ngestitejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Dia baru mengetahui jika wilayahnya bakal ada investasi besar-besaran dari Raffi Ahmad. Dia baru mengetahui hal tersebut dari media sosial dan pemberitaan dari media.
Dia mengklaim baru mengetahui jika lokasi seremoni peletakan batu pertama antara Raffi Ahmad dan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta beberapa waktu lalu di wilayahnya dari foto-foto yang beredar. Dia memastikan jika kegiatan seremoni tersebut adalah di wilayahnya karena hafal betul lokasi tersebut.
"Itu kalau foto seremonial nya di wilayah saya. Tapi kalau peletakan batu pertamanya ndak tahu di mana," kata Subino ketika dikonfirmasi Kamis (28/12/2023).
Dia mengakui kala seremoni peletakan batu pertama tersebut dirinya tidak diundang dan tidak diberitahu. Sehingga wajar jika tidak mengetahui secara pasti lokasi peletakan batu pertama. Namun dia menyebut lokasi seremoni tersebut berada di Gunung Celeng di Dusun Bruno II.
Dia mengatakan selama ini juga memang belum ada sosialisasi apapun terkait dengan rencana pembangunan beach club dan villa yang dilakukan artis kenamaan tersebut. Dia bersama warga justru mengetahui adanya rencana tersebut berasal dari media baik media sosial ataupun media massa lainnya.
Demikian juga dengan warganya, mereka juga tidak tahu secara pasti rencana tersebut. Masyarakat pun menanggapinya dengan santai dan belum ada pembicaraan serius di tengah masyarakat. Kabar tersebut baru sekedar menjadi obrolan di warung kopi.
"Ya mau ngomong gimana wong saya juga tidak tahu secara pasti," terang dia.
Baca Juga: Beach Club Raffi Ahmad yang bakal Dibangun di Gunungkidul Dikecam Walhi, Pemda DIY Tegaskan Hal Ini
Dia sendiri tidak mengetahui rencana tersebut ke depannya akan dijadikan wisata seperti apa, karena memang dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan dan memang belum ada sosialisasi. Dia hanya menduga lokasi yang nanti akan digunakan di wilayah Gunung Celeng.
Subino menambahkan, meskipun beredar kabar jika lahan yang digunakan seluas 10 hektare namun sepanjang yang dia tahu nanti luasan area yang bakal digunakan hanyalah 3-4 hektare. Tetapi untuk kepastian berapa luasan yang akan didirikan bangunan, pihaknya tidak mengetahuinya.
Sepanjang yang dia tahu, tanah yang digunakan nantinya awalnya adalah lahan milik warga yang sudah dijual sejak lama. Dia sendiri tidak mengetahui siapa pemilik lahan tersebut sebelum dibeli oleh Raffi Ahmad. Karena memang banyak lahan di wilayahnya yang beralih kepemilikan.
"Ya itu awalnya memang milik kami. Tapi ndak tahu itu dibeli siapa sebelum pindah ke tangan Mas Raffi," ujarnya.
Lebih lanjut Lurah Ngestitejo, Wahyu Suhendri mengakui jika memang lokasi yang bakal digunakan untuk investasi dari Raffi Ahmad tersebut berada di Dusun Bruno II. Tanah di seputaran pantai Krakal itu awalnya milik warga namun sudah dijual kepada seseorang.
Dia juga mengakui belum ada sosialisasi ke warga berkaitan dengan rencana pembangunan beach club dari Raffi Ahmad. Bahkan terkait dengan perijinan, pihak kalurahan juga tidak dilibatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Pemkot Yogyakarta Sweeping 68 Daycare Pasca Kasus Little Aresha, 31 Belum Berizin
-
Cerita Mahasiswi UNY Minta Tolong Damkar Buka Tumbler yang Macet
-
Daycare Little Aresha Dicoret-coret, Dua Motor Disiram Cat Hitam, Satpol PP Disiagakan Jaga Lokasi
-
Wali Kota Yogyakarta Identifikasi Belasan Daycare Layak untuk Relokasi Korban Little Aresha
-
Pencuri Bilah Gamelan di FIB UGM Ditangkap, Sudah Beraksi di ISI dan Dijual ke Tukang Rongskok