SuaraJogja.id - Penerbit Deepublish terus berkomitmen mendukung peningkatan kesadaran literasi masyarakat. Pada perayaan HUT ke-14, Penerbit Deepublish menggelar talkshow yang bertajuk “Revitalisasi Literasi, Solusi Menghadapi Transformasi di Era Disruptif”. Acara ini digelar secara online melalui aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (11/01).
Acara ini berhasil diikuti oleh lebih dari 2.200 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun digelar secara online, peserta terlihat sangat antusias terlebih dengan kehadiran sejumlah pihak yang mendukung kesuksesan acara.
Pada talkshow ini, disampaikan juga sambutan dari General Manager Penerbit Deepublish, Ketua Umum IKAPI Pusat, dan Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpustakaan Nasionall RI.
Selain itu, Penerbit Deepublish juga menghadirkan 3 narasumber yaitu Gunawan Budiyanto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Nur Rianto Al Arif (Sekretaris Jenderal Asosiasi Dosen Indonesia), dan Dimas Chairullah (Duta Inspirasi Indonesia).
Memasuki hari jadinya yang ke-14, Penerbit Deepublish berencana merilis Portal Penulis yang akan memberikan akses laporan ke penulis secara real time. Lewat portal khusus ini, para penulis bisa mendapatkan kemudahan, kepraktisan, dan transparansi dari layanan penerbitan.
Dengan kemudahan tersebut, Penerbit Deepublish berharap para penulis bisa memiliki waktu lebih untuk menulis. Sehingga, para penulis bisa semakin produktif menghasilkan karya dan kualitasnya pun bisa ikut meningkat.
“Mempermudah (penulis) menulis dan menerbitkan buku di Deepublish sehingga kualitas naskah akan lebih baik juga,” kata Gilang Mukti Prabowo, General Manager Penerbit Deepublish.
Perkembangan teknologi diharapkan bisa mendukung peningkatan kesadaran masyarakat untuk melek terhadap literasi. Dalam momen ini, M. Nur Rianto Al Arif menjelaskan sejumlah kelemahan literasi di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Dimas Chairullah selaku salah satu narasumber menuturkan arti penting melek literasi bagi masyarakat Indonesia.
Dimas juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesadaran literasi perlu kontribusi dari para mahasiswa. Hal itu disebabkan karena mahasiswa adalah generasi muda yang memiliki energi, semangat, dan potensi untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat.
Sebagai penerima pendidikan tinggi, mahasiswa memiliki akses ke pengetahuan dan sumber daya yang dapat mereka bagikan dengan masyarakat. Sehingga, sangat penting bagi para mahasiswa untuk mendukung peningkatan literasi nasional.
Acara HUT ke-14 Penerbit Deepublish kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pada seluruh mitra yang berkolaborasi selama ini. Penghargaan yang diberikan terbagi menjadi 7 kategori, yakni Mitraplus Netpromoter of The Year, Mitraplus Netpromoter Progresif of The Year, Institusi of The Year, Institusi Progresif of The Year, Distributor of The Year, Reseller of The Year, dan Book of The Year.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia