SuaraJogja.id - Bank Mandiri melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Bakti Kesehatan untuk Abdi Dalem Ngayogyakarta. Kegiatan yang diadakan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sabtu (29/6/2024) ini bertujuan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada 500 Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman mengatakan, melalui program ini, Bank Mandiri menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif yang mencakup cek asam urat, diabetes, kolesterol, dan kesehatan mata. Langkah ini diambil agar para Abdi Dalem dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan pencegahan atau penanganan dini terhadap masalah kesehatan yang mungkin dihadapi.
"Kami menyadari pentingnya peran Abdi Dalem dalam menjaga tradisi dan budaya di Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mereka. Melalui program Bakti Kesehatan ini, kami berharap dapat membantu mereka menjaga kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Bank Mandiri juga membagikan obat-obatan, vitamin, dan kacamata baca kepada para Abdi Dalem yang membutuhkan. Tidak hanya itu, paket sembako juga disiapkan sebagai bentuk dukungan Bank Mandiri terhadap kesejahteraan mereka.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pekan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2024, yang menggabungkan olahraga dan kegiatan sosial sebagai wujud nyata dari kontribusi Bank Mandiri dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan memberikan layanan kesehatan gratis, kami ingin memastikan bahwa para Abdi Dalem yang telah berkontribusi banyak dalam melestarikan budaya dan tradisi dapat terus berkarya dengan kondisi kesehatan yang optimal," imbuhnya.
Bank Mandiri lanjut Ali, berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program TJSL yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program Bakti Kesehatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
“Lewat program ini, Bank Mandiri tidak hanya berperan sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dukung Kreativitas Anak Bangsa, Bank Mandiri Persembahkan Gala Fashion Night dalam Balutan Kemegahan Candi Prambanan
-
Nyalakan Semangat Wirausaha Purna PMI, Bank Mandiri Gelar Workshop Bapak Asuh
-
Sleman Gencar Lakukan Padat Karya, Kustini Sri Purnomo Ingin Kejar Dua Target Ini
-
Pelari Kenya Dominasi Podium Mandiri Jogja Marathon 2023
-
Promosikan ESG dan Ekowisata, Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Jogja Marathon 2023
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Waspada Longsor hingga Banjir di Sleman: Ini Lokasi Rawan Bencana yang Harus Dihindari Pemudik
-
Hasil Operasi Pekat Progo: Polda DIY Ringkus 65 Tersangka, Sita Ribuan Miras hingga Amankan Mucikari
-
Kantor Bank BPD DIY Wirobrajan Terbakar, Enam Motor Inventaris Ludes Dilalap Api
-
Detik-detik Mencekam Kebakaran Kantor Kas BPD DIY di Jogja: Ledakan Trafo Diduga Jadi Pemicu
-
Jelang Tuntutan Kasus Hibah Sleman, Pertanyaan Majelis Hakim Soroti Risiko Kriminalisasi Kebijakan