SuaraJogja.id - BAPPENAS RI bekerjasama dengan Program INKLUSI melakukan kunjungan lapangan untuk memantau pembangunan inklusif multipihak di Pusat Rehabilitasi YAKKUM di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam paparannya menjelaskan pentingnya kolaborasi multipihak terutama antara organisasi masyarakat sipil dan pemerintah.
"Selama 42 tahun perjalanan kami, berbagai pelayanan telah kami jalankan dengan pendekatan berbasis hak dan dijalankan langsung melalui kemitraan terutama dengan teman-teman penyandang disabilitas sebagai aktor utama. Masih banyak tantangan yang dihadapi sehingga kolaborasi yang lebih kuat terutama dengan pemerintah mesti dikuatkan" terangnya dalam rilis yang diterima suarajogja.id, Kamis (8/8/2024).
Dalam acara tersebut berbagai perwakilan dari kantor pemerintah juga menyatakan pentingnya kerja-kerja untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif.
Nursyamsu, Perencana Balai Kementerian Sosial, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat berkesan baginya, terutama setelah dirinya melihat dan menikmati kopi dari Cupable Coffee.
"Saya familiar dengan isu disabilitas karena dulunya saya menjabat sebagai Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas. Tadi, saya juga melihat langsung oleh teman-teman disabilitas di Cupable Coffee mengolah kopi. Saya juga sudah merasakan kopi yang dibuat dengan harga yang sangat bersaing, itu menarik sekali dalam kunjungan ini, karena teman-teman dengan disabilitas ternyata bisa mandiri dan bisa berkarya," ujarnya.
Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan BAPPENAS, Maliki juga mengapresiasi kontribusi PRYAKKUM sejak tahun 1982 hingga sekarang yang konsisten dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas, dimana PRYAKKUM telah banyak membawa perubahan bagi para penyandang disabilitas.
"Program kemitraan seperti ini merupakan suatu leverage atau daya ungkit bagi kita. Kami sangat mengapresiasi kerjasama antara PRYAKKUM dengan Pemerintah Daerah juga Kementerian/Lembaga yang bisa lebih kuat lagi dan menjadi percontohan. Sejak berdiri, target dari PRYAKKUM sudah mencapai 15.000 orang, kalau saya tarik rata-rata saja dari 1982-2024 ada sekitar 350 orang target setiap tahunnya," terangnya.
"Namun dari 350 orang itu yang kami lihat menjadi cukup esensial dan ada perubahan kehidupan yang cukup signifikan, bagaimana kita bisa membuat pola dari pemberdayaan mulai dari pendataan bahkan sampai identitas hukum seperti administrasi kependudukan, hingga bagaimana mereka bisa mandiri. Itu adalah tool set kehidupan yang menurut saya cukup bermakna bagi seseorang. Kami sangat mengapresiasi jumlah target tahunan 350 orang ini yang signifikan bagi perencanaan pembangunan bahkan pelaksanaan pembangunan kedepannya," imbuhnya.
Baca Juga: Efisiensi Penyelamatan: Damkarmat Jogja Incar Waktu Tanggap 8 Menit
Acara pembangunan inklusif multipihak di Pusat Rehabilitasi YAKKUM dibuka Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM Chatarina Sari sebagai tuan rumah. Selain dari Bappenas, acara tersebut juga dihadiri perwakilan DFAT, Ibu Irene Wijaya selaku Kepala Kebijakan Kemitraan-INKLUSI, serta oleh 10 perwakilan pemerintah Provinsi DI. Yogyakarta, Pemerintah Kab. Sleman dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor