SuaraJogja.id - Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku penjambretan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan kehilangan beberapa barang berharga miliknya. Aksi penjambretan itu sendiri terjadi pada tanggal 17 Agustus 2024 dinihari.
"Meski terjadi tanggal 17 Agustus, tetapi keluarga korban melaporkan peristwa itu tanggal 12 September 2024," kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widgnya, Senin (7/10/2024).
Jeffry menuturkan aksi penjambretan itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2024 sekira pukul 03.30 WIB. Penjambretan itu terjadi di Jl. Gedongkuning Selatan tepatnya di Dusun Gedongan Kalurahan Banguntapan, Banguntapan, Bantul atau di sekitar Bakso BASKOM Jalan Gedongkuning Selatan.
Pelaku adalah SPY (39) buruh harian lepas asal Sewon Bantul. Dia beraksi menggunakan sepeda motor Yamaha type 1PA (vixion), warna Putih, Tahun 2015, 150 CC, Nomor Polisi AB-5261-B. Korban NW menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Sporty AB-3965-EJ,
"Awalnya, tersangka melihat ada seorang perempuan atau ibu-ibu mengendarai sepeda motor matic mengenakan kerudung / jilbab membawa sebuah tas," kata dia.
Perempuan itu membawa tas dengan cara di kalungkan di pundaknya sebelah kiri sehingga posisi tas berada di sebelah kanan badannya. Tersangka melihat ibu-ibu tersebut kemudian tersangka pepet dari arah kanannya lalu menarik tas yang dikalungkan atau di slempangkan ibu-ibu tersebut tersangka tarik secara paksa.
Karena ditarik secara paksa maka tali tas itu putus atau terlepas sedangkan gantungan atau tali tasnya tertinggal. Setelah berhasil menguasai tas tersebut tersangka langsung kabur ke arah selatan. sedangkan korban terjatuh karena akibat tarikan tas.
"Kemudian warga mendekat untuk menolong ibu-ibu yang terjatuh. lalu datang anggota polisi lalulintas datang untuk mengecek TKP Kejadian, setelah polisi lalu lintas datang korban dibawa ke RS Sarjito. Karena mengalami luka parah," ujarnya.
Setelah mengecek barang bawaan korban ternyata tas yang dislempangkan tinggal tali dan HP, uang, Kartu ATM juga hilang karena ditaruh di dalam tas tersebut. Dan setelah 3 (tiga) hari korban tersebut di rawat di RS Sarjito korban tersebut meninggal dunia.
Baca Juga: Waduh, Angka Bunuh Diri di Bantul Hingga Awal September Ini Mencapai 18 Orang
"atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian 1 buah HP Merk OPPO warna hitam, Uang tunai sebesar Rp. 400.000.- dan 1 buah ATM BRI yang sebelumnya berada di dalam tas milik korban tersebut," ungkapnya.
Keluarga korban baru melaporkan peristiwa itu tanggal 12 September 2024. Atas kejadian yang diduga Pencurian dengan pemberatan tersebut diatas, polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan bahan keterangan dari beberapa saksi.
Kanit 1 satreskrim Polsek Banguntapan Ipda Daffa Bisma menambahkan beberapa waktu kemudian, team dapat menyimpulkan atau mendapatkan 1 orang yang patut diduga sebagai pelaku kejadian tersebut. Tanggal 23 mengamankan 1 terduga pelaku yaitu SPY
"Kami bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan," kata dia.
Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengatakan tidak ada niatan untuk melakukan penjambretan. Pelaku hanya melakukannya secara spontan ketika melihat ada ibu-ibu yang membawa tas di selempangkan di pundaknya.
SPY mengaku jika tidak mengetahui korban meninggal dunia. Dirinya melakukan aksi penjabaran tersebut seorang diri hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia mengaku menyesal telah melakukan penjambretan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK