SuaraJogja.id - Artis film senior, Happy Salma merasakan pengalaman dihantui realitas yang mengelilinginya ketika membagikan pengalaman bermain dalam film horor berjudul "Tebusan Dosa". Tek sekedar penggunaan jumpscare laiknya film-film horor lain, film buatan rumah produksi Showbox yang kondang lewat film misteri Exhuma ini justru lebih mengandalkan atmosfer mencekam dan narasi yang kuat untuk menciptakan rasa takut pada penonton.
"Di sini bukan hanya cerita horor, ada drama, ada misterinya. Dan juga punya intensitas yang sangat dinamis dan banyak sekali lapisan emosi yang disampaikan," ungkap Happy Salma dalam special screening "Tebusan Dosa" di Yogyakarta, Senin (14/10/2024) malam.
Film ini berpusat pada tokoh seorang ibu pekerja keras yang mengalami kecelakaan tragis hingga mengakibatkan kehilangan anaknya. Happy Salma yang berperan sebagai Wening digambarkan sebagai perempuan tangguh yang berjuang mengatasi rasa bersalah sambil terus mencari harapan.
Bercerita tentang perjuangan perempuan kalangan kelas menengah ke bawah yang mencari anaknya yang hilang dalam kecelakaan, Happy merasa tak hanya bermain film horor. Kerasukannya akan arwah ibunya pun memiliki arti lain selain kehilangan, tapi juga harapan.
Baca Juga: Ilusi Mata, Jantung di Pohon Pisang Ini Mirip Sosok Badut Horor Pennywise
"Di dalam kehidupannya, dia harus mengalami satu hal yang sangat berat yaitu kecelakaan dan kehilangan anaknya. Dan tentu dia dikejar-kejar rasa bersalah, tapi ternyata ada harapan yang selalu ada yang dimunculkan di dalam film ini," jelasnya.
Sutradara Yosep Anggi Noen mengungkapkan film yang syuting di Magelang, Jawa Tengah ini sengaja mengambil setting di daerah suburban atau pinggiran kota. Bukan tanpa sebab, banyak peristiwa-peristiwa menakutkan, mengerikan, misteri itu juga datang dan hadir di sebuah daerah suburban.
"Kami mencoba untuk membayangkan satu lokasi horor yang berbeda," ujarnya.
Yosef menyebutkan, film ini lebih mengandalkan atmosfer mencekam dan narasi yang kuat untuk menciptakan rasa takut pada penonton. Film ini menghindari penggunaan hantu-hantu tradisional yang sering muncul di film horor Indonesia.
Noen juga menekankan pesan utama dari film ini adalah tentang harapan. Manusia mestinya tidak pernah kehilangan harapan, meskipun jalannya menakutkan.
Baca Juga: Acara Pernikahan Ini Pakai Tenda Merah Mirip Film Horor, Bikin Fotografer Menangis
Film ini juga menunjukkan genre horor dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan yang lebih dalam tentang kehidupan dan kemanusiaan, sambil tetap menghadirkan visual yang memikat dan atmosfer mencekam khas film horor.
Berita Terkait
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, dari Ritual Mistis sampai Jumpscare Kejam
-
5 Pilihan Film Netflix yang Tayang April 2025, dari Horor hingga Sci-Fi!
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan