SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memastikan tidak mewajibkan sekolah-sekolah untuk mengerahkan para peserta didiknya untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto. Pengerahan siswa-siswi itu hanya bersifat imbauan saja.
Hal ini sekaligus menanggapi surat permohonan tentang permintaan pengerahan siswa sekolah untuk menyambut rombongan Presiden RI Prabowo Subianto yang melintas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menuju Akademi Militer (Akmil) di Magelang.
Dalam surat yang beredar di media sosial itu, diketahui diterbitkan oleh Komandan Kodim 0732/Sleman tertanggal 23 Oktober 2024, dan bernomor B/1480/X/2024. Surat itu ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Sleman.
Tertulis bahwa surat itu untuk menginstruksikan siswa bersiap di sepanjang jalan yang akan dilalui rombongan Presiden Prabowo pada 24 dan 27 Oktober 2024.
Isi surat ini menyebutkan bahwa permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Danrem 072/Pmk No ST/621/2024. Dalam surat itu juga para siswa diminta mengenakan seragam sekolah dan membawa bendera merah putih berukuran kecil.
Diketahui Presiden Prabowo bersama jajaran menteri, wakil menteri, pejabat setara menteri hingga kepala badan Kabinet Merah Putih mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pada Kamis (24/10/2024).
Mereka selanjutnya langsung menuju Akademi Militer (Akmil), Magelang dalam acara pembekalan khusus oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana membenarkan surat tersebut. Beberapa sekolah yang dilewati oleh rombongan presiden pun sudah mengerahkan siswa-siswi untuk menyambut kepala negara.
"Sudah, kemarin sekolah yang ada di jalur yang dilewati (Presiden Prabowo) siswa menyambutnya sesuai yang diminta," ucap Ery saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2024).
Baca Juga: Nostalgia di Akmil, AHY dan Tito Karnavian Semangat Ikuti Pembekalan Khusus dari Prabowo
Ery tidak merinci berapa sekolah di Sleman yang melakukan penyambutan kedatangan presiden kemarin. Namun, hampir semua sekolah yang dilewati melakukan penyambutan tersebut.
"Semua sekolah yang ada di jalur yang dilewati," imbuhnya.
Disampaikan Ery, penyambutan itu dilakukan seusai jam kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Memang, ia bilang siswa sempat harus menunggu beberapa saat setelah jam pulang sekolah.
Ery menyebut bahwa pihaknya menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Disdik pun tidak mewajibkan hal tersebut.
"Iya siswa nunggu. Semua diatur sekolah masing-masing. Tidak mewajibkan sifatnya imbauan," tuturnya.
Terkait dengan penyambutan saat kepulangan Presiden Prabowo yang direncanakan pada Minggu, 27 Oktober 2024 mendatang, Ery mengaku belum ada koordinasi lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG
-
Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!