SuaraJogja.id - Pasangan nomor urut 01 Untoro Haryadi-Wahyudi Anggoro Hadi mengakui kekalahan mereka di gelaran Pilkada Bantul 2024. Keduanya juga langsung mendatangi pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 02 Abdul Halim Muslich-Aris Suharyanta yang sementara unggul dalam quick count di Posko PKB.
Gema sholawat membahana menyambut kehadiran pasangan Untoro-Wahyudi ke Posko Pemenangan PKB Bantul. Sesaat kemudian sambutan pelukan Halim dan Aris kepada Pasangan Untoro-Wahyudi membuat suasana semakin haru semua orang yang hadir di posko pemenangan PKB ini.
Halim mengaku kaget dengan kehadiran pasangan Untoro-Wahyudi. Di tengah perasaan mereka deg-degan menyaksikan hasil perhitungan suara melalui qiuck count, dia kaget serasa tertimpa durian runtuh karena kedatangan tamu istimewa yaitu pasangan Untoro-Wahyudi.
Menurutnya, kehadiran pasangan ini menunjukkan jika pasangan Halim-Aris itu bersahabat dengan pasangan Untoro-Wahyudi. Apapun hasilnya, mereka akan tetap bersahabat dan telah berkomitmen untuk membangun Bantul yang lebih baik. Kehadiran kedua orang yang menjadi kompetitornya itu harus menjadi pembelajaran semua pihak jika kompetisi itu bisa dilaksanakan dengan riang gembira tanpa ada perasaan saling memusuhi.
"Kita harus tauladani sikap ini. Meskipun berkompetisi tetapi kita tetap bersahabat,"tegasnya.
Untoro Haryadi mengatakan kehadiran mereka ini untuk silaturahmi dalam rangka merekatkan persaudaraan, kemudian yang harus kita sadari bersama dalam proses demokrasi memang secara konstitusional memang diperkenaknakn untuk berkompetisi. Memang pada saatnya kompetisi itu diakhiri karena rakyat sudah mengambil keputusan.
"Jadi karena rak.yat sudah mengambil keputusan maka kompetisi harus diakhiri. Setelah itu ya sudah tidak ada lagi yang membicarakan kompetisi,"tutur dia.
Melihat dari apa yang tertera dalam quick count karena quick Count itu secara akademik sudah merepresentasikan perhitungan real walaupun belum hitungan real, maka pihaknya dari pasangan 01 bahwa memang walaupaun sudah ada pergerakan sekian persen dengan meliat fakta dan selisih yang ada, pihaknya mengambil kesimpulan bahwa paslon 02 akan memenangkan kontestasi ini.
Tidak lain karena itu fakta objektif maka pihaknya pasangan 01 akan menerima hasil dari apa yang sudah menjadi keputusan rakyat. Dengan begitu dia bersama wahyudi hadir di Posko PKB tersebut selain silaturahmi juga mengucapkan selamat kepada Paslon 02 Halim-Aris dan memohon permintaan kalau sudah dilantik menjadi bupati dan wakil bupati seluruh rakyat Bantul.
Baca Juga: Profil Wahyudi Anggoro Hadi, Santri Penggagas Desa Mandiri Menuju Kursi Wakil Bupati
"Harapannya nanti akan membangun Bantul untuk lebih baik lagi,"tambahnya.
Wahyudi menambahkan, pihaknya mengucapkan selamat kepada pasangan Halim-Aris yang telah memenangkan kontestasi ini. Meskipun kalah, namun pihaknya bersama para pendukung akan mendukung sepenuhnya program bupati dan wakil bupati nanti. Mereka akan mendukung dengan segenap sumber daya yang mereka miliki demi Bantul yang lebih baik ke depannya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo