SuaraJogja.id - Sempat ditutup akibat kena sanksi Pertamina Patra Niaga, satu dari empat SPBU, yakni SPBU 44.552.10 Janti, Sleman beberapa waktu lalu, kini akhirnya dibuka kembali. Pembukaan dilakukan setelah Pertamina mengambil alih SPBU yang sebelumnya dikelola pihak swasta tersebut.
"Kami telah mengoperasionalkan kembali SPBU Janti yang sebelumnya dikelola pihak swasta. Kini, SPBU tersebut dikelola oleh PT Pertamina Retail, anak perusahaan PT Pertamina [Persero], demi memastikan kualitas dan kuantitas layanan," papar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Kamis (12/12/2024).
Brasto mengungkapkan, dibukanya kembali SPBU Janti karena telah memenuhi syarat legalitas dan spesifikasi setelah ditera ulang oleh UPT Metrologi. Sebelumnya SPBU tersebut ditemukan melakukan kecurangan dengan mengurangi ukuran literan yang mengakibatkan kerugian pelanggan.
Karenanya meski kembali dibuka, Pertamina tetap memberlakukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi SPBU Janti. Diantaranya SPBU tersebut mengganti dispenser bermasalah dalam 60 hari dan lolos audit program Pasti Pas Good dari Pertamina.
Sedangkan SPBU lain yang sempat dikenakan sanksi, seperti SPBU Tugu dan Kentungan secara bertahap juga akan kembali dioperasionalkan. Dengan demikian dapat memberikan layanan kepada masyarakat kembali.
"Sedangkan untuk SPBU Ngaglik, kami masih menunggu arahan pihak meteorologi dan otoritas terkait," jelasnya.
Ditambahkan Kabid Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, untuk memastikan layanan SPBU, pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap 50 SPBU di kabupaten tersebut. Semua SPBU ini telah melalui proses tera ulang sesuai standar.
"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kualitas BBM," ujarnya.
Terkait SPBU Ngaglik yang ditutup yang belum juga dibuka lanjut Kurnia karena sejumlah alasan. Dinas Perindustrian, UPT Metrologi dan Direktorat Meteorologi Kementerian Perdagangan. Pertamina dan Metrologi menemukan adanya alat tambahan pada tiga dispenser di SPBU tersebut.
Baca Juga: Imbas Kecurangan Takaran BBM di Sleman, Bupati Perketat Sertifikasi Tera SPBU
"Berdasarkan temuan, kasus tersebut sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut," tandasnya.
Sementara Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana) Migas DPC DIY, Aryanto Sukoco mengungkapkan, pihaknya terus mengingatkan pengelola SPBU untuk mematuhi Standar Operasional Procedur (SOP) dari Pertamina. Hal ini penting agar tidak terjadi lagi pelanggaran karena semua SPBU yang telah bersertifikasi
"Kita tidak boleh mengambil hak yang bukan hak kita. Karenanya diharapkan anggota kami memiliki standar layanan yang baik sesuai SOP," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal