Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Sabtu, 28 Desember 2024 | 12:58 WIB
Ilustrasi gantung diri. (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Dua peristiwa gantung diri terjadi di wilayah Gunungkidul sepanjang hari Jumat (27/12/2024) kemarin. Dengan penambahan dua kasus gantung diri dalam sehari kemarin, maka jumlah angka bunuh diri di Gunungkidul selama 2024 mencapai 26 kasus.

Peristiwa pertama terjadi Jumat pagi di Padukuhan Karangduwet 1 kalurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari. Kemudian peristiwa kedua terjadi Jumat petang di Padukuhan Gentungan Kalurahan Karangmojo Kapanewon Karangmojo.

Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menuturkan seorang ibu rumah tangga berinisial SM (46) ditemukan mennggantung di dalam kamar tidurnya. peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (21/12/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.

"Sebelum ditemukan gantung diri, SM sempat membeli telur di warung," ujar dia dikutip Sabtu (28/12/2024).

Baca Juga: Jangan jadi Korban, Kenali Tanda-tanda Rip Current di Pantai Gunungkidul

Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, suami korban berteriak histeris sehingga warga berdatangan ke rumah korban. Ketika ditemukan korban dalam kondisi menggantung di usuk (rangka atap) rumahnya di dalam kamar.

Gantung diri kedua di Kapanewon Karangmojo di mana lelaki berinisial AP (45) warga Gentungan Karangmojo ditemukan gantung diri di sebuah gubug di tengah ladang dalam posisi terduduk.

"AP ditemukan warga sekira pukul 18.00 WIB," tambah Kapolsek Karangmojo Kompol Anang Prastawa.

Sekira pkul 18.00 WIB warga mencari keberadaan korban karena belum pulang. Warga melihat AP duduk di sebuah gubuk di ladang. Setelah didekati ternyata AP dalam keadaan mninggal dengan kondisi tergantung dengan tali rafia posisi duduk kaki lurus.

Dari hasil pemeriksaan medis menerangkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dan kejadian merupakan murni gantung diri. Di mana kala ditemukan posisi mayat sudah dalam keadaan lemas.

Baca Juga: Petir Sambar 3 Rumah di Gunungkidul, RSUD hingga Sekolah Kebanjiran

"Penyebab utama gantung diri korban depresi atau ganguan jiwa," ujarnya.

Load More