SuaraJogja.id - Kepolisian mencatat ribuan kendaraan keluar dan masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pintu-pintu di Sleman. Tertinggi arus masuk kendaraan mencapai 1.300 kendaraan per 30 menit.
Kapolresta Sleman Kombes Yuswanto Ardi menuturkan bahwa pihaknya selalu melakukan monitoring pergerakan kendaraan melalui traffic counting yang ada. Hasilnya antara jumlah kendaraan masuk dan keluar relatif seimbang.
"Jalur utara mengarah ke Magelang, rata-rata di angka 800 - 1.300 per 30 menit. Begitu juga yang di arah Prambanan mengarah ke arah timur itu di angka yang kurang lebih sama," kata Ardi kepada wartawan, Rabu (1/1/2025).
"1.300 per 30 menit titik tertinggi itu untuk (kendaraan) masuk. Jadi masuk dan keluar tidak ada disparitas yang signifikan," imbuhnya.
Disampaikan Ardi, ada banyak kendaraan yang memang hanya berwisata atau melintas saja ke Yogyakarta. Meskipun tidak sedikit pula kemudian wisatawan luar kota yang menginap di wilayah Kota Jogja maupun Sleman.
"Artinya di sini bisa kita sampaikan bahwa banyak sekali yang berkunjung ke Jogja itu tidak menginap. Datang dan saat itu pergi kembali," ucapnya.
"Bukan berarti sepi karena memang kita ambil dari data, bahwa tingkat hunian akomodasi di Yogyakarta khusus Kabupaten Sleman juga dalam kondisi yang penuh. Itu berarti antara masyarakat yang stay maupun masyarakat yang hanya lewat saja, semua sama-sama dalam kondisi yang maksimum," tambahnya.
Ardi memprediksi puncak arus balik sendiri berkisar antara tanggal 2-3 Januari nanti. Pihaknya pun memastikan seluruh jajaran tetap siap mengamankan arus lalu lintas hingga libur nataru berakhir.
"Kita akan mengakhiri liburan tahun baru di tanggal 2 tentunya kita akan stand by kan mulai besok tanggal 1-3 itu sesuai dengan durasi operasi lilin progo 2024 yang kita lakukan. Sampai tanggal 3 pukul 00.00 WIB kita antisipasi," tuturnya.
Baca Juga: Konstruksi Makam Baru Mbah Celeng Capai 80 Persen, Rencana Relokasi Pertengahan 2025
Antisipasi itu khususnya akan dilakukan di pintu keluar timur atau wilayah Prambanan yang tidak jauh dari tol fungsional. Personel sudah dilatih untuk melakukan pengurangian apabila terjadi kepadatan.
"Ketika di atas 1.000 (kendaraan) dan terjadi keteresendatan maka kita sudah akan komunikasi. Untuk di Prambanan kita akan minta bantuan Polres Klaten untuk penarikan di traffic light Prambanan sebelah timur. Jadi yang kita antisipasi di Prambanan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan