Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 03 April 2025 | 12:20 WIB
Cuaca ekstrem malam hari. [Dok. Antara]

Cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, gelombang panas, badai, dan kebakaran hutan dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi manusia dan lingkungan.

Meminimalisir dampak cuaca ekstrem memerlukan upaya komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak, mulai dari individu hingga pemerintah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Mitigasi (Mengurangi Penyebab Cuaca Ekstrem)

* Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca:
* Transisi ke Energi Terbarukan: Beralih dari bahan bakar fosil (batu bara, minyak, gas) ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi.
* Efisiensi Energi: Menggunakan peralatan dan teknologi yang lebih hemat energi di rumah, industri, dan transportasi.
* Transportasi Berkelanjutan: Menggunakan transportasi umum, sepeda, berjalan kaki, atau kendaraan listrik.
* Pengelolaan Hutan dan Lahan: Menghentikan deforestasi, melakukan reboisasi, dan menjaga kelestarian hutan. Hutan berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.
* Pertanian Berkelanjutan: Menerapkan praktik pertanian yang mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengelola lahan gambut dengan baik.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi

2. Adaptasi (Menyesuaikan Diri dengan Dampak Cuaca Ekstrem)

* Perencanaan Tata Ruang:
* Menghindari Pembangunan di Daerah Rawan Bencana: Mengatur tata ruang agar tidak ada pembangunan di daerah yang rentan terhadap banjir, longsor, atau kenaikan permukaan air laut.
* Membangun Infrastruktur yang Tangguh: Merancang dan membangun infrastruktur yang tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti jalan, jembatan, bendungan, dan bangunan.
* Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan dan meningkatkan sistem peringatan dini untuk berbagai jenis bencana, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk bersiap dan mengungsi jika diperlukan.

* Pengelolaan Sumber Daya Air:
* Konservasi Air: Menghemat penggunaan air di rumah, pertanian, dan industri.
* Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS): Menjaga kelestarian DAS untuk mencegah banjir dan kekeringan.
* Pemanenan Air Hujan: Menampung air hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif.

* Pertanian dan Ketahanan Pangan:
* Pengembangan Varietas Tanaman yang Tahan Kekeringan dan Banjir: Mengembangkan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
* Diversifikasi Tanaman: Menanam berbagai jenis tanaman untuk mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.
* Sistem Irigasi yang Efisien: Menggunakan sistem irigasi yang hemat air untuk mengurangi dampak kekeringan.

* Kesehatan Masyarakat:
* Peningkatan Sistem Kewaspadaan Dini: Meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berkaitan dengan cuaca ekstrem, seperti penyakit demam berdarah dan diare.
* Peningkatan Akses ke Layanan Kesehatan: Memastikan masyarakat memiliki akses yang mudah ke layanan kesehatan, terutama saat terjadi bencana.

Baca Juga: Tiket Ludes, Yogyakarta Diserbu Pemudik: KA Java Priority Jadi Primadona

* Peningkatan Kapasitas Masyarakat:
* Edukasi dan Pelatihan: Memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara menghadapi cuaca ekstrem dan mengurangi risiko bencana.
* Pembentukan Kelompok Siaga Bencana: Membentuk kelompok siaga bencana di tingkat komunitas untuk membantu dalam penanggulangan bencana.

Load More