Untuk diketahui, pada 6 Mei 2025, PSS Sleman berada di peringkat ke-17 klasemen Liga 1 dengan 25 poin dari 31 pertandingan.
Mereka tertinggal enam poin dari Semen Padang yang berada di peringkat ke-15, batas aman dari zona degradasi.
Untuk keluar dari zona degradasi, PSS Sleman perlu mengejar ketertinggalan enam poin dari Semen Padang dalam dua pertandingan tersisa.
Ini berarti mereka harus memenangkan kedua pertandingan dan berharap Semen Padang serta PSIS Semarang, yang berada di atas mereka, kehilangan poin dalam sisa pertandingan mereka.
Namun, mengingat performa PSS Sleman yang inkonsisten sepanjang musim, dengan hanya enam kemenangan dari 31 pertandingan, peluang mereka untuk bertahan di Liga 1 tergolong kecil.
Peluang PSS Sleman untuk bertahan di Liga 1 musim depan sangat bergantung pada hasil dua pertandingan terakhir dan performa tim-tim di atas mereka.
Meskipun secara matematis masih mungkin, secara realistis, peluang mereka tergolong kecil.
Dengan kondisi genting seperti sekarang hanya tersisa dua pertandingan dan berada di zona degradasi PSS Sleman harus benar-benar bermain total, baik dari sisi taktik, psikologis, maupun manajemen tim.
Berikut beberapa hal penting yang harus disiapkan agar bisa menang di dua laga terakhir.
Baca Juga: Juru Kunci Liga 1: PSS Sleman Terancam Degradasi? Janji Manis Manajemen Bikin Penasaran
Fokus pada Mentalitas Bertarung
Motivasi pemain harus dimaksimalkan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan laga 'hidup-mati' untuk bertahan di Liga 1.
Tim pelatih dan manajemen harus menciptakan atmosfer positif dan semangat pantang menyerah.
Libatkan juga suporter (Slemania dan BCS) dalam membangkitkan semangat juang para pemain.
Pertahanan Harus Super Solid
Kebobolan karena kesalahan sendiri sering terjadi pada PSS musim ini. Pemain belakang harus bermain lebih disiplin dan tenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh