SuaraJogja.id - Ribuan jemaah mengikuti Salat Id di Alun-alun Kidul (Alkid) dalam peringatan Idul Adha 1446 Hijriyah, Jumat (6/6/2025).
Di tengah isu salat id kali ini merupakan yang terakhir di Alkid, sejumlah jemaah dan pedagang kasak-kusuk merespon kebijakan penutupan kawasan tersebut oleh Keraton Yogyakarta.
Meski Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono menyatakan Keraton belum ada pemikiran untuk melarang ijin penggunaan Alkid tahun depan, warga dan pedagang merasa kecewa.
Sebab mereka tidak bisa merasakan lagi Salat Id di lapangan yang cukup luas tersebut.
"Saya dari kecil Salat Id disini sama keluarga," ujar Salsabila, warga Suryatmajan usai melaksanakan ibadah sunnah, Jumat pagi.
Salsabila yang Salat Id bersama keluarganya tersebut mengaku sebelumnya melaksanakan di Alun-alun Utara (altar) karena dekat dengan rumah.
Namun sejak beberapa tahun terakhir Altar dipagar dan dilarang untuk beraktivitas, dia dan keluarga memilih Salat Id di Alkid.
Selain karena lapangan tersebut cukup luas, vibes atau suasana salat id bersama-bersama ribuan jemaah membuat momen Salat Id jadi lebih istimewa.
Terlebih mereka tidak bisa Salat Id di masjid yang memiliki keterbatasan tempat.
Baca Juga: Alun-alun Kidul Ditutup untuk Salat Id? Sultan Angkat Bicara
Karenanya saat isu Alkid tak akan lagi bisa digunakan untuk ibadah warga muslim itu, dia merasa kecewa dan menyayangkan kebijakan tersebut.
Apalagi banyak pedagang berbagai jajanan yang berjejer di kawasan tersebut.
"Setelah Salat Id, kita jajan makanan disini. Kalau [Alkid] ditutup, kita harus cari lapangan di mana lagi untuk Salat Id. Kan tidak banyak lapangan di kota [Jogja]. Ya kita sebagai warga Jogja kecewa kalau benar-benar dilarang [Salat Id di Alkid]," tandasnya.
Hal senada disampaikan warga Semarang yang tinggal Kampung Ngentak, Irfan Firmansyah yang sengaja memilih Salat Id di Alkid.
Dia yang sudah lebih dari tiga kali Salat Id di lahan milik Keraton Yogyakarta tersebut menyayangkan bila Alkid benar-benar tidak bisa lagi digunakan untuk Salat Id tahun depan.
"Eman-eman [disayangkan], kan vibes salat di sini itu Ramadan sekali," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?
-
Promo Kredit Kendaraan Berbunga 1,80% Meriahkan BRI KKB Expo 2026 di 131 Lokasi
-
8.000 Orang Lepas Status WNI dalam Lima Tahun, Indonesia Terancam Kehilangan SDM Berkualitas
-
Akademisi: Publik Berhak Menagih Kinerja jika Gaji Kepala Daerah Naik