Menurut dia kesempatan ini tak hanya dimaknai sekadar kirab maupun seremoni.
"Ini adalah momentum untuk kembali menguatkan komitmen kita bersama dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas, berdaya, dan berdaya tahan," kata GKBRAA Paku Alam.
Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan program Bangga Kencana.
Mulai dari para penyuluh, kader IMP, remaja Genre, orang tua hebat, dan lansia tangguh.
Menutup sambutannya, GKBRAA Paku Alam menyerukan pentingnya menjaga semangat kolaborasi demi memperkuat keluarga Indonesia.
"Mari kita jaga semangat kolaborasi, karena hanya dengan bersinergi, program kita bisa bermakna. Hanya dengan cinta, keluarga kita akan kuat. Dan hanya dengan keluarga yang kuat, Indonesia bisa maju," sebut dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Motor Listrik Rakitan Siswa SMK Ini Tembus 132 Km/Jam, Suaranya Nyaris Tak Terdengar
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?