SuaraJogja.id - Aksi arogan seorang pengemudi mobil putih yang nekat menggeser paksa water barrier di Simpang Kleringan, Kota Yogyakarta, kini memasuki babak baru.
Tak hanya melanggar aturan lalu lintas, pengemudi misterius ini ternyata cukup licin dan diduga sengaja mempersulit pelacakan dengan memasang trik khusus pada kendaraannya.
Polisi kini dibuat bekerja ekstra keras. Upaya identifikasi melalui rekaman CCTV terkendala karena pelat nomor kendaraan pelaku tidak terbaca. Penyebabnya, pelaku diduga sengaja menggunakan pelat nomor dengan lapisan reflektor yang memantulkan cahaya kamera, membuat identitasnya kabur.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, membenarkan adanya kendala teknis dalam perburuan pengemudi mobil berpelat B tersebut.
"Sejauh ini masih kita coba lacak dengan CCTV yang ada tapi beberapa CCTV yang sudah kita lacak sudah mungkin 3-5 CCTV yang terlewati itu masih terkendala karena plat nomor yang menggunakan reflektor," tandas Alvian saat ditemui di kantornya, Jumat (11/7/2025).
Tindakan pengemudi MPV putih yang viral di media sosial itu dinilai bukan hanya bentuk ketidaksabaran, tetapi juga pembangkangan terang-terangan terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan petugas demi kepentingan umum.
"Secara peraturan jelas, itu melanggar, karena pada dasarnya kan itu ada dasar aturan kenapa petugas melakukan tersebut," tegas Alvian.
Ia menjelaskan, penutupan jalur di Kleringan bawah bukanlah tanpa alasan. Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan untuk mengurai kepadatan parah yang kerap terjadi pada sore hingga malam hari, terutama selama periode libur sekolah saat ini. Tujuannya adalah mencegah kemacetan meluas hingga ke akses vital Stasiun Tugu Yogyakarta.
"Sehingga kita arahkan memutar di Kridosono," imbuhnya.
Baca Juga: Sabu Cair dalam Tisu Basah: Jaringan Narkoba Internasional Gemparkan Yogyakarta!
Alvian sangat menyayangkan aksi sepihak dan tanpa koordinasi tersebut. Meskipun saat kejadian kondisi lalu lintas sudah mulai melandai, tindakan semacam itu berpotensi menciptakan kekacauan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menerjunkan petugas ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih kooperatif dan menggunakan saluran komunikasi yang benar jika memiliki masukan terkait pengaturan lalu lintas.
"Jika memang ada saudara-saudara kita yang di jalan merasa ada perlu saran masukan dalam latihan misalkan 'oh ini sudah dibuka atau sebagainya' lebih baik sampaikan ke kami melalui saluran yang resmi entah itu 110 atau ke DM Instagram," ungkapnya.
Meski pelaku terbukti licin dan belum teridentifikasi sepenuhnya, AKP Alvian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa sanksi yang diberikan tidak melulu soal tilang, melainkan juga pembinaan.
"Intinya ya kami juga situasional, tidak semata-mata semua langsung ditilang karena edukasi yang utama," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan
-
JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap