SuaraJogja.id - Isu beras oplosan kini tengah menjadi perhatian publik. Isu ini mencuat, setelah Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Bareskrim Polri mengungkapkan 212 merek yang terindikasi beras oplosan dengan kualitas medium menjadi premium.
Lantas bagaimana dengan beras yang digunakan dalam program makan bergizi gratis (MBG)?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, memastikan bahwa beras yang digunakan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk program MBG ini tak memanfaatkan beras oplosan.
Para penerima manfaat yang merupakan siswa-siswi di sekolah itu dipastikan mendapat bahan-bahan terbaik untun MBG.
Dadan bilang bahwa program MBG berbasis pemanfaatkan atau optimalisasi sumber daya lokal di daerah masing-masing.
"Kalau MBG kan basisnya potensi sumber daya lokal. Jadi kami tidak membeli dari mana membeli dari mana-mana tapi masyarakat sekitar. Jadi pasti tidak akan ada oplosan," kata Dadan, saat ditemui awak media, di Minggir, Sleman, Selasa (15/7/2025).
Disampaikan Dadan, beras yang digunakan untuk MBG para siswa itu merupakan kualitas premium atau terbaik.
"Dan standar kami berasnya harus premium. Untuk memberikan makan yang berkualitas bagi anak bangsa itu harus yang premium," tegasnya.
Soal Tambahan Anggaran MBG
Baca Juga: Anggaran Beres, SDM Siap, 2007 SPPG Sudah Beroperasi, Targetkan 82 Juta Penerima Manfaat
Dalam kesempatan yang sama Dadan mengaku sudah mendapat pagu indikatif soal tambahan anggaran MBG pada tahun 2026.
Menurut dia dengan dana sebesar Rp217 triliun hingga akhir tahun ini tak akan cukup untuk digunakan kembali pada tahun depan. Apalagi jika kemudian target sebanyak 82,9 juta penerima manfaat berhasil tercapai pada akhir 2025 nanti.
"Artinya starting point kita di Januari itu 82,9 juta [penerima manfaat]. Nah kalau melaksanakan 82,9 juta dari Janurari sampai Desember maka Rp217 triliun akan selesai atau akan habis di akhir Agustus. Sehingga kami mengajukan tambahan untuk September, Oktober, November, Desember," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan